Kisah Badui Menolak Makan Siang dengan Al-Hajjaj, Gubernur Irak | Viralmedia.Fun

title=1586748786735/

Jakarta, Viralmedia.Fun – Banyak kisah orang Arab Badui yang membuat orang tertawa, emosi, dan merasa terkejut. Orang Badui dikenal sebagai orang pemberani, berani dan memiliki pola pikir yang berbeda dari yang lain. Nabi Muhammad dalam kisahnya sering bersinggungan langsung dengan orang Bedouin.

Misalnya kisah ketika seorang Badui buang air kecil di masjid. Teman-teman mengkritik dan melarang banyak orang Badui yang sengaja buang air kecil di masjid. Tetapi Nabi meninggalkannya tanpa amarah. Nabi hanya berkata: "Biarkan, jangan memotong urin!"

Tak lama kemudian, dia memanggil orang Badui, dan menasihatinya:

"Ini adalah masjid yang tidak layak buang air kecil dan membuang sampah sembarangan. Masjid ini hanya untuk zikir Allah, berdoa, dan membaca Al-Qur'an;" urin.

Kisah-kisah orang Arab Badui selalu menarik untuk dipelajari. Dalam cerita lain, orang Arab Badui ini digambarkan sebagai orang yang sangat taat ketika melakukan ibadah, bahkan ibadah sunnah.

Kisah ini ada dalam catatan buku Anisul Mu minin, oleh Shafwak Sa & # 39; dallah al-Mukhtar. Inilah ceritanya:

Suatu kali al-Hajjaj bin Yusuf al-Tsaqafi (661-714 M), seorang Gubernur Irak pada masa pemerintahan khalifah Abdul Malik bin Marwan dari dinasti Bani Umayah, pergi berburu dengan beberapa pengawalnya. Al-Hajjaj memiliki kebiasaan, jika ingin makan dia harus ditemani oleh seseorang.

Singkat cerita, waktu makan siang tiba. Al-Hajjaj memerintahkan para pengawalnya untuk menemukan seseorang untuk dijadikan teman makan siang mereka. Tetapi pengawal itu tidak menemukan siapa pun, kecuali orang Badui yang sedang tidur di bawah naungan bukit. Kemudian pengawal Al-Hajjaj membangunkan pria Badui itu.

Orang Badui yang terkejut dari tidurnya kemudian bertanya-tanya,

"Mengapa kamu membangunkan aku?" Kata si Badui.

"Kami mengundang Anda untuk makan bersama gubernur Irak, apakah Anda tahu siapa dia?" kata penjaga itu, bertanya.

"Ya, saya tahu, dia adalah Al-Hajjaj bin Yusuf," jawab orang Bedouin.

Kemudian bedouin dibawa ke hadapan Al-Hajjaj. Setibanya di depan Al-Hajjaj, tanpa basa-basi Al-Hajjaj kemudian mengajukan pertanyaan kepada orang Badui yang berada di depannya.

"O Bedouin, apakah kamu tahu siapa aku?" tanya Al-Hajjaj.

"Ya, Anda adalah Al-Hajjaj bin Yusuf, gubernur Irak," jawab orang Bedouin.

Al-Hajjaj kemudian mengundang orang Bedouin untuk duduk.

"Silakan duduk, temani aku makan siang," Al-Hajjaj mengundang.

"Wahai Al-Hajjaj, maaf, aku telah menerima undangan untuk makan dari yang lebih penting darimu," jawab si Badui.

"Wahai Badui, siapa yang Anda maksud lebih penting dari saya," tanya Al-Hajjaj penasaran.

"Hari ini aku puasa, dan nanti aku akan makan dari Tuhan," jawab orang Bedouin.

"Kenapa kamu berpuasa di hari yang panas dan sangat panas seperti ini?" Al-Hajjaj bertanya lagi.

"Wahai Al-Hajjaj, aku berpuasa untuk menangkal hari yang lebih panas daripada hari ini," balas Badui.

Sekarang Al-Hajjaj mulai kehabisan cara untuk membujuk orang Badui untuk menemaninya makan siang. Dengan nada sedikit memaksa Al-Hajjaj kembali merayu orang Bedouin.

"Sudah, ini saja, kamu puasa besok. Sekarang makanlah bersamaku," bujuk Al-Hajjaj.

"Tidak, tidak, apakah kamu tahu sesuatu yang tidak terlihat, bisakah kamu menjamin bahwa aku masih hidup besok?" jawab orang Badui yang sekarang mulai meradang.

Orang Arab Badui yang mulai kesal kemudian bertanya kepada Al-Hajjaj lagi.

"Apa sebenarnya yang kamu inginkan dariku?" tanya si Badui.

"Kami tidak perlu memperpanjangnya lagi, saya tidak ingin apa pun dari Anda," jawab Al-Hajjaj. Sekarang Al-Hajjaj benar-benar menyerah.

"Kalau begitu pergilah, tinggalkan aku dengan Tuhan," perintah orang Bedouin.

Al-Hajjaj dan pengawalnya kemudian meninggalkan Badui Arab. Sementara itu, orang Arab Badui kemudian melanjutkan tidurnya sambil masih berpuasa. (Albar)

__Terbit pada
13 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *