Kisah Awal Mula Muhammad Ali Merasa Bisa Hidayah, dan Dipeluk Islam | Viralmedia.Fun

title=images

Jakarta, Viralmedia.Fun – Siapa yang tidak mengenal Muhammad Ali, petinju dunia yang legendaris adalah atlet tinju yang telah mendapatkan banyak gelar kejuaraan tinju dunia. Dia sangat dikagumi oleh para kekasihnya. Bahkan banyak orang Indonesia yang menyukai karakternya.

Ya, Muhammad Ali bukan nama sebenarnya. Petinju legendaris dari Amerika Serikat ini memiliki julukan Cassius Clay Jr. Tapi dunia mengenalnya lebih baik sebagai Muhammad Ali. Itu tidak lepas dari sikap dan keputusannya untuk menjadi mualaf dengan masuk Islam.

Kisah Muhammad Ali sebagai mualaf sangat unik dan menarik. Karena, panduan untuk memeluk suatu keyakinan tentu bisa datang dari mana saja dan kapan saja dan kepada siapa saja.

Terkadang, panduan untuk memeluk agama bisa datang dari hal yang tidak terduga seperti dari kartun. Ini terjadi dalam kisah perjalanan agama Muhammad Ali.

Kisah agama Islam tentang Muhamamd Ali diungkapkan melalui sebuah esai yang ditulisnya ketika dia bertengkar dengan mantan istrinya, Belinda Boyd, yang sekarang menggunakan nama Khalilah Camacho Ali.

Menurut Belinda, Ali menceritakan bagaimana masa remajanya sebagai Cassius Clay Jr. yang menemukan bimbingan dalam Islam melalui surat kabar.

Suatu ketika ketika Ali sedang berjalan-jalan mencari seorang gadis cantik, dia melihat seorang pria menjual koran yang diterbitkan oleh Nation of Islam.

Ali benar-benar tahu tentang organisasi Islam di Amerika dengan pemimpinnya Elijah Muhammad, tetapi ia tidak pernah berpikir untuk bergabung.

Namun, pada hari itu, Ali mengambil koran dan tertarik pada kartun.

Kartun itu memperlihatkan seorang pemilik budak kulit putih memukul budak hitamnya dan memintanya untuk berdoa kepada Yesus.

Setelah melihat kartun di koran, kesan pertama yang ditangkap Ali adalah bahwa agama Kristen adalah agama yang dipaksakan pada budak oleh orang kulit putih.

"Aku suka kartun yang memberiku sesuatu dan itu masuk akal," kata Ali.

Ali mengklaim kartun itu membangunkannya, ia juga memilih untuk memeluk Islam dan meninggalkan semua hal dari masa lalunya termasuk meninggalkan nama lamanya dan menggantinya dengan nama Muhammad Ali.

Ali dengan berani mengumumkan kesuramannya pada tahun 1964 ketika ia memenangkan kejuaraan tinju kelas berat. "Saya percaya pada Tuhan dan dengan damai," katanya pada saat itu.

Ali kemudian berkata jika dia tahu ke mana dia pergi dan dia tahu dia harus menjadi apa yang dia inginkan.

Sejak itu, Ali dikenal selalu menjunjung tinggi agamanya, ia terus mengeksplorasi pandangan agamanya.

Ali dikenal mempelajari Alquran dan sering mengundang para pakar agama untuk bergabung dalam diskusi panjang tentang agama. (Albar)

__Terbit pada
28 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *