Ketika Polisi PSBB Dipadatkan Sebagai Robot dalam Film "Aksi"

Ketika

* Tindakan polisi sirkus video viral itu. (Foto: Video Media Sosial)

Jakarta, Viralmedia.Fun – Tindakan pencurian dengan kekerasan sekarang meresahkan. Baru-baru ini kawanan pengemis telah kembali berakting di DKI Jakarta dan sekitarnya. Dengan modal senjata tajam dan senjata api (senpi) berkumpul, para bajingan jalanan ini tidak ragu-ragu untuk melukai korban mereka ketika beraksi.

Meski begitu, polisi tidak tinggal diam. Di mana ada kejahatan semacam itu, polisi selalu bertindak cepat. Seperti pengejaran Tim Rajawali yang memburu dua virus virus di media sosial baru-baru ini.

Video viral di dunia maya yang menunjukkan keributan antara Tim Rajawali Polda Metro Jakarta Timur dan dua aktor pengemis yang membawa senjata tajam mirip dengan adegan dalam film tindakan atau berkelahi.

Video berdurasi sekitar 1 menit 25 detik, terlihat dua pria muda mengendarai kendaraan roda dua di Jalan Raya Bekasi, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Enam anggota Tim Rajawali mengejar mereka. Meski diminta berhenti, mereka lari dan berusaha melarikan diri.

Tidak hanya itu, pengejaran juga ditandai dengan penembakan oleh petugas kepolisian di perut pelaku. Hingga akhirnya kedua pelaku berhenti setelah salah satu dari mereka terkena tembakan di perut kiri bawah.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Komisaris Besar Arie Ardian menjelaskan, sebelum kejaran kejaran itu, pihaknya terlebih dahulu menerima laporan korban pencurian dengan kekerasan di kawasan Jalan Tipar Cakung, Jakarta Timur.

Seorang pemuda bernama Syailendra (18) adalah korban perampasan sebuah alat oleh dua pemuda bernama Wahyu (17) dan Alfarizi (18).

"Tim langsung mengejar pelaku pada pukul 03.30, setelah menerima laporan bahwa ada kejahatan di daerah Jalan Tipar Cakung. Kami kemudian menemukan pelaku melarikan diri ke Jalab Raya Bekasi," kata Arie saat dikonfirmasi, Minggu (19/4). 2020).

Ketika berhasil dikejar, mereka ditemukan mengantongi senjata tajam dalam bentuk sabit besar. "Mereka tidak ragu-ragu untuk melukai korban mereka jika mereka menolak untuk menyerahkan harta benda mereka," katanya.

Arie menjelaskan bahwa polisi telah memperingatkan kedua pelaku, tetapi mereka malah mencoba melarikan diri. Akibatnya, petugas terpaksa membuang timah panas bersarang di perut bernama Wahyu. "Kami dipaksa untuk memberikan tindakan tegas dan terukur kepada para pelaku yang dibonceng," katanya.

Arie mengimbau masyarakat agar berhati-hati agar tidak berjalan dalam kegelapan saat jam malam. "Jika tidak ada minat mendesak, warga tidak boleh meninggalkan rumah sesuai dengan rekomendasi Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) oleh pemerintah," katanya. (POY)

__Terbit pada
20 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *