Ketika 75% Peziarah Indonesia Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Ketika

* Lukman Hakiem. (Foto: dermaga pribadi)

Oleh: Lukman Hakiem, Penggemar Sejarah

DI tengah-tengah invasi virus Corona, calon peziarah Indonesia yang seharusnya pergi tahun ini, dan telah membayar biaya perjalanan ziarah, terombang-ambing di antara harapan dan kekhawatiran: "Berangkat atau tidak?"

Harapan dan kecemasan manusiawi!

Sejak berjangkitnya virus Corona, Kerajaan Arab Saudi (KSA) sebagai pelayan Masjid Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah telah menutup dua situs suci.

Dari siaran televisi kita bisa menyaksikan dua masjid Haram yang kosong dari jamaah, dan tempat-tempat berpagar tawaf, sehingga sangat sedikit jamaah yang tidak bisa tawaf di dekat Ka'bah.

Sampai kapan KSA mengunci kedua kota suci? Tuhan tahu yang terbaik.

Di tengah ketidakpastian, 150 keluarga kerajaan positif tentang virus Corona. Berita ini dapat berdampak pada jangka waktu gembok yang panjang, dan bahkan mungkin mengarah pada keputusan untuk mengecualikan ziarah tahun ini.

Halaman selanjutnya

__Terbit pada
19 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *