Ketahui, 12 Protokol Aktivitas di Masjid dari MUI Pusat

Nasional, Masuk bulan suci ramadan Majlis Ulama Indonesia (MUI) Pusat tetap mengizinkan masyarakat untuk melakukan kegiatan di dalam masjid baik salat tarawih, salat jumat, idul fitri, dan shalat jemaah lainya dilaksanakan bersama, sementara di masa pandemik Covid-19.

Namun dalam pelaksanaanya MUI Pusat meminta dapat melakukan protokol kesehatan seperti arahan pemerintah seperti melakukan pengecekan suhu, menyediakan bilik disinfektan, Ada tenaga medis, di tempat wudhu ada sabun dan lainnya.

Selain itu, MUI pusat dibagi menjadi dua daerah yaitu:

  1. Daerah yang tidak ditentukan sebagai Wilayah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Karantina Terbatas (KT) atau Lockdown (LD) dan
  2. Daerah yang ditetapkan sebagai PSBB KT LD

Pengurus MUI Pusat, Anton Tabah, berusaha memberikan penjelasan tentang bagaimana umat Islam harus meminta puasa Ramadhan nanti.

“Saya baru saja berdiskusi dengan Sekjen MUI Pusat, Prof Dr Anwar Abas, soal masalah ini kita membahas untuk Fatwa MUI 16/3/20.
Intinya dibagi menjadi dua daerah. Yaitu daerah yang tidak ditetapkan sebagai wilayah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Karantina Terbatas (KT) atau Lockdown (LD) dan daerah yang ditetapkan sebagai PSBB KT LD, ”ucap Anton Tabah kepada rmol.id pada Sabtu malam (18/4). Nah, untuk daerah yang tidak menerapkan PSBB, KT, LD, menurut Anton Tabah, masjid bisa tetap digunakan tetapi dengan protokol wabah corona. Antara lain:

1. Pastikan tidak ada jemaah yang positif korona

12 Protokol MUI Pusat, Pastikan tidak ada jemaah yang positif korona

Pastikan tidak ada jemaah yang terpapar virus korona, Seperti Orang dalam pengawasan (ODP), Pasien dalan pengawasan (PDP) dan Positif Corona,

"Fatwa MUI nomor 14 tahun 2020 yang telah diterbitkan oleh gamblang dan diterbitkan di wilayah yang terkendali, dimaksudkan tidak seperti wilayah merah atau wilayah kuning maka semua ritual ibadah seperti salat fardu Jumat, salat tarawih kemudian salat Idul Fitri itu bisa diakses secara normal," ucap Muhyiddin dalam konferensi video bersama wartawan, Rabu (22/4/2020).

“Sementara di wilayah yang tidak terkendali karena ada yang dianggap sebagai virus COVID-19 dan sudah tersebar luas masuk ke dalam zona merah, maka yang di wilayah tersebut adalah ibadah-ibadah yang wajib, sunah yang harus dilakukan di rumah,” sambungnya.

2. Ada alat deteksi suhu tubuh jemaah

Ada alat deteksi suhu tubuh jemaah
Contoh mengkonversi suhu tubuh jemaah sebelum masuk ke dalam masjid untuk sholat jumat

Di mesjid tersedia alat deteksi suhu tubuh.Contoh alat deteksi yang bisa digunakan adalah pemindai termal alias alat pemindai suhu. Alat saat ini dipercaya sebagai pendeteksi dini seseorang yang didukung terjangkit virus corona atau tidak. Salah satu jenis pemindai termal yang sekarang banyak digunakan adalah pistol termo yang berbentuk seperti pistol dan ditembakkan ke dahi. Seperti apa cara kerja thermo gun? Untuk diketahui, salah satu tanda terjangkit virus corona adalah demam. Manusia dapat menjawab suhu kompres tubuh yang sudah lewat rata-rata suhu tubuh normal, yaitu 37,5 derajat. Nah, alat ini digunakan untuk langsung mempelajari dan menandai awal terjangkit virus corona.

Setiap jamaah yang datang untuk beribadah di Masjid akan mengambil suhunya sebelum masuk masjid oleh petugas, sehingga bisa memastikan siapa yang bisa lolos terjangkit COVID-19 dan siapa yang sehat.

3. Ada tenaga medis yang berjuang

Tersedia posko covid-19 di mesjid yang akan ditempati oleh tim medis. Jika ada warga atau jemaah yang tiba-tiba sakit, tim medis bisa langsung melakukan pemeriksaan. Petugas ini mengerjakan tugas-tugas medis untuk jemaah.

4. Di tempat wudhu disediakan sabun

Rajin mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir jadi salah satu kunci ganti COVID-19, olehnya itu, diharapkan agar di tempat wudhu disediakan sabun untuk jemaah.

5. Di pintu masuk masjid ada cairan disinfektan

cairan disinfektan
Jamaah Salat Jumat Masjid di Kota Malang disemprot di bilik disinfektan, Foto:
VIVAnews / Lucky Aditya

Di pintu masuk masjid ada cairan disinfektan bisa terdiri dari bilik, Warga yang akan beribadah masuk masjid wajib melewati bilik tersebut. Disinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah infeksi dan obat untuk membasmi kuman. Selain itu, disinfektan juag diartikan sebagai senyawa kimia yang dapat toksik dan mampu melawan mikroorganisme yang terpapar langsung oleh cairan ini.

Fungsinya dengan menghentikan atau menghentikan pertumbuhan mikroorganisme. Lebih ada klaim yang mengatakan jika disinfektan lebih efektif untuk mikroorganisme penyebab penyakit dari cairan pembersih

6. Lantai tanpa karpet dan dipel setiap mau shalat wajib

Salah satu upaya memperbaiki penyebaran virus corona di masjid adalah menggunakan karpet masjid. Karpat masjid ditiadakan (digulung) kemudian lantai dibersihkan (dipel) setiap waktu mau shalat.

7. Melakukan jumlah jemaah

Pembatasan jumlah jemaah dilakukan agar bisa diatur jarak (dalam jarak fisik) di dalam mesjid. Dengan jumlah yang dikeluarkan jemaah di masjid dapat dipindahkan risiko penyebaran virus korona (Covid-19) oleh jamaah. Perempuan, anak-anak, orang sakit dan musdafir dihimbau untuk sholat di rumah masing-masing.

8. Jarak saf antara jemaah minimal 1 meter, juga kompilasi duduk santai di masjid jarak minimal 1 meter

Jarak saf jemaah minimal 1 meter dari jemaah lainnya juga kompilasi duduk santai, jarak ini harus diambil dari jemaah lainnya.

Masjid Agung Tasikmalaya Tetap Gelar Sholat Tarawih. Suasana shalat tarawih di Masjid Agung Tasikmalaya pada malam pertama Ramadhan, Kamis (23/4). Foto Republika.co.id

Meski di dalam masjid, jemaah harus tetap menjaga jarak dengan jemaah lainnya. Salah satu upaya perbaikan penyebaran virus corona adalah dengan tetap mempertahankan jarak.

Menurut WHO, ada yang perlu disetujui sejauh 1 hingga 3 meter kompilasi di tempat umum, sebelum ada orang yang batuk atau bersin. Penyebab saat seseorang bersin, cairan atau droptles kecil yang keluar dari mulut dan memercik ke luar.

9. Tidak ada jabat tangan

Protokol di Masjid shalat tarwih, Tidak ada jabat tangan di masjid dengan jemaah lainnya
Ilustrasi jemaah jabat tangan

Salah satu cara membantah yang didukung yaitu menghindari kontak fisik secara langsung dengan orang lain, termasuk jabat tangan atau salaman. Kembali, ada dua cara penyebaran, yaitu dari manusia ke manusia, atau bisa dengan kumpulan benda yang sebelumnya sudah terpapar virus di permukaannya.

10. Jemaah harus pakai topeng, kecuali imam shalat saat jadi imam

Jemaah yang ingin sholat di masjid harus memakai topeng. Hubungi imam sholat bisa tidak pakai masker saat jadi imam.

Protokol di Masjid, Jemaah harus pakai topeng, kecuali imam shalat saat jadi imam
Jemaah salat Jumat di Masjid Al Akbar (Foto: Amir Baihaqi / detikcom)

Masker ini berguna untuk mencegah penularan dan perpindahan covid-19. Menurut Juru Bicara Pemerintah Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto, penanganan untuk mengenakan masker ini sesuai dengan persetujuan dari WHO.

Jemaah bisa pakai topeng Sementara masker bedah dan masker jenis N95 hanya diperuntukan bagi petugas kesehatan. Ketahui Cara menggunakan masker yang tepat

11. Aktivitas kesalehan sosial masjid tetap berjalan

misal biasa yang dilakukan takmir masjid antara lain diumumkan untuk masyarakat, tilawatil Quran, kumandangkan adzan di 5 waktu shalat, dll

12. Selama wabah, adzan sesuai dengan ajaran Rosululloh SAW yaitu hayaalsolah = shollufibuyutikum dan hayaalalfalah = sholluuufirihakikum.

Selain itu, Anton Tabah juga memberikan catatan khusus terkait 12 protokol di atas. Pertama, Meskipun suatu wilayah belum ditetapkan sebagai PSBB, KT, LD, jika tidak bisa penuhi protokol wabah di atas agar tidak berjamaah di masjid selama pemerintah masih mengatur kondisi wabah.

Kedua, untuk daerah yang menerapkan PSBB, KT, LD, masjid dan tempat ibadah tempat lain atau tempat-tempat kerumunan massa ditutup selama PSBB, KT, LD tersebut diberlakukan.

Terakhir, mantan petinggi Polri ini memberi peringatan. Jika ada yang bisa menjamin setiap jemaah berada dalam kondisi sehat dan bebas dari penularan saat mendatangi masjid. “Siapa yang bisa membeli di tengah wabah dengan orang bebas pindah ke sana kemari ini tidak ada orang yang sudah pindah virus corona ikut shalat berjamaah di masjid tersebut? Itu yang perlu dipikirkan, ”pungkasnya

__Terbit pada
23 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *