Kerusuhan Seperti 1998 Dipanggil Bisa Terjadi Lagi, Istana Membuka Suara

Viralmedia.Fun – Beberapa pengusaha khawatir bahwa krisis yang disebabkan oleh virus Corona akan menyebabkan kerusuhan seperti periode 1998.

Para ekonom menyebut kekhawatiran ini wajar, mengingat terbatasnya ruang untuk produksi, pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di berbagai sektor, hingga ancaman lainnya.

Lalu bagaimana tanggapan istana terhadap masalah ini?

Tugas pelaksana (Pelaksana Tugas) Wakil KSP III, Panutan Sulendrakusuma memastikan sistem keamanan dipelihara dengan baik selama implementasi pembatasan sosial skala besar (PSBB).

"Itu harus dipertahankan, karena lembaga keamanan kami terus memantau perkembangan situasi dan implementasi PSBB yang menyebabkan mereka semua ditahan di lapangan," kata Panutan kepada AFP, Jakarta, Sabtu (18/4/2020) .


Model peran menjelaskan, akar masalah dari kelemahan ekonomi saat ini juga berbeda dengan krisis yang terjadi pada tahun 1998. Pada saat itu tahun 1998 disebabkan oleh KKN yang berakhir pada struktur politik dan ekonomi yang tidak inklusif.

Untuk saat ini, kata Panutan disebabkan oleh sektor kesehatan dan muncul di seluruh dunia.

"Pada saat ini masalah untuk menghalangi aspirasi mayoritas orang hilang, dan akar masalahnya adalah dalam kesehatan. Jadi, tidak mungkin krisis kesehatan akan mengarah pada kerusuhan tahun 98," Panutan stres.

Sebelumnya, wirausahawan yang telah terpukul oleh dampak Corona berharap bahwa pemerintah akan menjaga keamanan dengan baik. Alasannya, dampak buruk virus Corona yang kini dirasakan oleh masyarakat bisa memicu kerusuhan.

CEO Royal Agro Indonesia, Final Prajnanta mengatakan bahwa dengan krisis ini ada satu potensi yang belum banyak disoroti, yaitu bahwa negara ini harus aman. Dia khawatir bahwa kondisi Indonesia yang sedang terguncang oleh serangan virus Corona digunakan oleh sekelompok orang untuk membuat kerusuhan. Bahkan, menciptakan kerusuhan seperti tragedi 1998.

"Karena potensi partai-partai untuk dipasangi oleh krisis ini. Kami belajar dari tahun 1998 bahwa itu bisa terjadi. Sekarang sudah ada beberapa di Tangerang, Malang," kata Final dalam Diskusi Online DPP PAN secara virtual, Jumat (17) / 4/2020).

Dia berharap pejabat negara, baik TNI dan Polri, akan terus memantau perkembangan di lapangan karena dampak Corona dirasakan oleh masyarakat, terutama di sektor ekonomi. Seperti diketahui, dampak Corona pada sektor ekonomi telah menyebabkan jutaan orang diberhentikan atau diberhentikan, termasuk tanpa dibayar atau dipotong setengahnya.

Peneliti CSIS Fajar B Hirawan mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah telah memberikan stimulus fiskal sebesar Rp 405,1 triliun dan penerbitan obligasi pandemi untuk membiayai anggaran. Ini adalah langkah pertama yang baik untuk mengurangi krisis yang disebabkan oleh COVID-19.

Menurutnya pengurangan BI dalam 7 hari reverse repo rate oleh Bank Indonesia (BI) juga merupakan langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi di Indonesia.

Sementara untuk bantuan sosial, yang tujuannya adalah untuk menormalkan kondisi ekonomi seperti sebelumnya, diperlukan skema kebijakan yang orientasinya tidak hanya jangka pendek (3 bulan).
"Namun, juga perlu untuk memikirkan skema kebijakan yang lebih berorientasi jangka menengah ke jangka panjang. Harus diingat bahwa ada kelompok orang yang sebelumnya" tidak berhak "untuk" berhak "menerima bantuan sosial karena untuk pandemi, "kata Fajar.

Dia menjelaskan bahwa pekerja di sektor informal serta pekerja atau buruh di industri manufaktur dan jasa yang akan diberhentikan karena COVID-19 adalah beberapa kelompok masyarakat yang akan kembali ke orang miskin.

Managing Director Ekonomi Politik dan Studi Kebijakan (PEPS) Anthony Budiawan menjelaskan bahwa dalam kondisi pandemi seperti itu pemerintah memang harus waspada dan ekstra hati-hati dengan motif politik tersembunyi.

Selain itu, krisis saat ini di seluruh sektor berhenti dan terbatas sehingga pendapatan rakyat kecil akan diperas, pendapatan harian berkurang jauh, banyak yang tidak memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. .

Menurut Anthony, kondisi krisis 98 dengan krisis Corona pada ekonomi makro sangat berbeda, sekarang suku bunga benar-benar turun dan inflasi juga cenderung turun.

"Jika pemerintah melaksanakan kewajibannya sesuai dengan hukum dan menyelamatkan mereka yang terpengaruh dengan bantuan langsung, seperti yang dilakukan di seluruh dunia, maka tidak ada alasan untuk kerusuhan terjadi. Kerusuhan hanya akan terjadi jika pemerintah gagal melaksanakan tugas mereka , "jelasnya. )

__Terbit pada
19 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *