Kementerian Agama Memastikan Arab Saudi Tidak Meminta Penundaan Haji 2020, Tetapi Menunda Pelaksanaan Kontrak Layanan

Kementerian

* Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa & # 39; adi. (Foto: dermaga pribadi)

Jakarta, Viralmedia.Fun – Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia meluruskan isu-isu yang beredar tentang penundaan ziarah pada tahun 2020. Kementerian Agama memastikan bahwa Pemerintah Arab Saudi tidak meminta penundaan rencana ziarah tahun ini. , tetapi sebaliknya menunda implementasi kontrak layanan di Arab Saudi.

Hal ini dikemukakan oleh Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Zainut Tauhid Sa & # 39; adi dalam pernyataan tertulisnya diterima obsessionnews.com, Minggu (19/4/2020).

Baca juga:

Ini adalah penjelasan dari Wakil Menteri Pertahanan Zainut tentang Penggunaan Asrama Haji untuk Rumah Sakit Darurat di Tackling Corona

Wakil Menteri Zainut: Siskohat Memberikan Kepastian dan Keadilan bagi Semua Calon Peziarah

Tangkal Covid-19, MUI Mendukung Istighotsah dan Dzikir Nasional

Menurut Wakil Menteri Agama, ada kesalahpahaman dalam memahami pernyataan Menteri Haji dan Umrah KSA bahwa yang dimaksud adalah meminta ditunda membuat kontrak haji hingga kondisinya jelas.

Pemerintah Arab Saudi tidak pernah mengumumkan apakah haji tahun ini, yang dijadwalkan akan dimulai pada akhir Juli, berlanjut atau tidak. Jadi kami masih membuat dua opsi.

Opsi pertama, pelaksanaan ibadah haji pada tahun 2020 masih berjalan. "Untuk ini kami telah menyiapkan semua implementasi teknis layanan akomodasi yang baik, katering, transportasi asing dan domestik dan lainnya. Persiapan telah berjalan lebih dari dua bulan, bahkan hampir semuanya telah selesai. Lakukan pembayaran saja," kata Zainut.

Dan opsi kedua jika pelaksanaan ziarah pada tahun 2020 dibatalkan, untuk hal ini Kementerian Agama juga memiliki langkah-langkah mitigasi. Pada prinsipnya Kementerian Agama akan memberikan layanan kepada calon jamaah haji yang seharusnya.

"Jika ternyata haji tahun ini telah dibatalkan, dana yang disetorkan pada saat pembayaran dapat dikembalikan kepada jamaah. Porsi jemaah haji yang pergi tahun berikutnya tidak hilang," katanya.

Kementerian Agama terus mendesak calon jamaah haji untuk bersabar, berdoa dan terus mengikuti setiap tahap haji, sambil terus dengan sabar memantau perkembangan di Saudi.

"Apa pun keputusan Kerajaan Saudi dan Pemerintah Indonesia, itu harus dilakukan untuk kepentingan rakyat, terutama calon jemaah haji," katanya. (arh)

__Terbit pada
19 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *