Kemenparekraf Telah Meluncurkan Enam Program dalam Tanggap Darurat

title=IMG-20200423-WA0016/

width=1280 JAKARTA, Viralmedia.Fun: Selama masa tanggap darurat Covid-19, Kemenparejraf / Bejraf telah meluncurkan enam program sesuai dengan kewenangannya dalam memitigasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan bahwa hal yang paling awal untuk dilakukan adalah menyediakan akomodasi, transportasi, dan fasilitas konsumsi untuk tenaga medis dan staf pendukung Rumah Sakit Referensi untuk menangani COVID-19 sesuai dengan rekomendasi dari Satuan Tugas untuk Percepatan Penanganan COVID-19.

"Kami membagi tiga tahap dalam menangani COVID-19. Yaitu periode tanggap darurat, pemulihan (pemulihan, dan normalisasi juga langkah strategis lain untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif selama masa tanggap darurat COVID-19, "kata Whisnutama hari ini.

Kemenparekraf telah merealokasi anggaran dan mengimplementasikan program-program khusus selama periode tanggap darurat yang diarahkan pada berbagai program dan dukungan langsung mereka untuk menangani COVID-19 yang dapat membantu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, tambahnya.

"Hingga saat ini terdapat lebih dari 2000 tenaga kesehatan di Jakarta yang telah difasilitasi. Kerja sama ini juga merupakan bentuk dukungan Kemenparekraf untuk industri pariwisata yang merupakan hotel dan bisnis transportasi sehingga mereka dapat terus mempekerjakan karyawan mereka , "jelasnya.

Lebih lanjut, dalam koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, Kemenparekraf / Baparekraf secara intensif memberikan proposal untuk berbagai program yang dapat memberikan bantuan bagi industri pariwisata dan pekerja dan ekonomi kreatif di tengah pandemi global ini.

Kemenparekraf telah mengusulkan agar sektor pariwisata dan bidang bisnis ekonomi kreatif dimasukkan dalam Permenkeu 23 / PMK.03 / 2020. Subsektor yang termasuk dalam bisnis pariwisata dan ekonomi kreatif akan dapat mengambil keuntungan dari insentif dalam bentuk Subsidi Pajak Penghasilan 21, Pembebasan 22 PPh Impor, dan pengurangan PPh 30 persen.

Dia berharap bahwa pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif pelaku UMKM yang terkena dampak pandemi ini dapat memaksimalkan kebijakan ketika perluasan Permenkeu 23 / PMK.03 / 2020 telah disetujui oleh Kementerian Keuangan.

Kemenparekraf / Baparekraf secara mandiri juga meluncurkan program untuk memberdayakan UKM di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Diantaranya melalui kampanye nasional #MerakanMaskerKain, #MerakanMakanSajiSaji, dan Gerakan #SatuDalamKopi yang bertujuan untuk menggerakkan perekonomian dalam periode penanganan dampak COVID-19.

#MerakanMaskerKain menargetkan pengadaan 1 juta topeng kain secara nasional. Dalam program tersebut Kemenparekraf melibatkan UMKM di sektor ekonomi kreatif untuk berpartisipasi. Sehingga mereka tetap bisa menjalankan bisnisnya di tengah pandemi, dan produk yang dihasilkan juga sangat berguna untuk mencegah penyebaran wabah virus ini.

"Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebelumnya juga telah mencatat sekitar 213 ribu pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dari 34 provinsi berdasarkan data hingga 22/4/2020)." Data tersebut akan digunakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai dasar kegiatan, termasuk melibatkan para pelaku UMKM Ekraf yang terpengaruh dalam Gerakan #MaskerKain, "katanya.

Hal yang sama juga akan dilakukan di #MoveLaukSiapSaji. Kemenparekraf / Baparekraf akan bekerja sama dengan pengusaha makanan, UMKM pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah untuk menyiapkan makanan bagi mereka yang terkena dampak, baik komunitas pariwisata dan ekonomi kreatif itu sendiri dan masyarakat luas.

Yang terbaru, Kemenparekraf bersama dengan Kementerian Perindustrian dan didukung oleh Tokopedia meluncurkan kampanye #SatuDalamKopi sebagai upaya bersama untuk memajukan kopi nusantara sementara pada saat yang sama menggerakkan ekonomi para pemain industri kopi nasional untuk terus bergulir di tengah COVID-19. pandemi.

"Kemenparekraf / Baparekraf juga telah berkolaborasi dengan aktor ekonomi kreatif untuk bersama-sama memperkuat kampanye #JagaJarak. Dengan gerakan besar-besaran, diharapkan dapat membangkitkan kesadaran tinggi di kalangan masyarakat," kata Wishnutama.

Program selanjutnya, selama tanggap darurat ini Kemenparekraf / Baparekraf juga meluncurkan pelatihan online gratis untuk peningkatan keterampilan dan pelatihan ulang pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.

Melalui program-program ini diharapkan masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif akan lebih kompetitif dan siap untuk bangkit bersama ketika pandemi dinyatakan berakhir. Apalagi Presiden Joko Widodo setelah rapat terbatas terkait Mitigasi Dampak COVID-19 pada sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, beberapa waktu lalu diprediksi sektor pariwisata akan ledakan setelah pandemi terselesaikan.

Presiden secara khusus meminta agar mitigasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ditangani dan ditargetkan dengan tepat.

"Kami akan merealokasi anggaran dan melaksanakan program yang melibatkan para pelaku parekraf sehingga mereka dapat membantu mempertahankan pendapatan dan meningkatkan kualitas tujuan dan bisnis di sektor parekraf. Ini akan diperiksa lebih lanjut melalui rencana mitigasi dan bantuan langsung dalam pariwisata sektor dan ekonomi kreatif dan berbagai program lainnya, "kata Wishnutama.

__Terbit pada
22 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *