Kemenparekraf Mempersiapkan Industri Pariwisata untuk Proyeksi Peningkatan Kinerja pada 2021

title=IMG-20200416-WA0062/

Wisatawan turun dari feri untuk bepergian di pulau itu. Presiden Jokowi optimis bahwa setelah Covid -19, pariwisata akan booming. (foto: Kemenparekraf).

JAKARTA, business tourism.co.id: Kemenparekraf mempersiapkan industri pariwisata untuk menghadapi lonjakan kinerja yang diproyeksikan pada tahun 2021 dan merealokasi Rp 500 miliar untuk program perlindungan sosial bagi para pelaku pariwisata, "kata Menparekraf Wishnutama Kusubandio, hari ini.

Setelah Rapat Terbatas (melalui Video Conference), Presiden Joko Widodo memimpin topik Mitigasi Dampak Covid-19 pada Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dari Istana Merdeka di Jakarta, Whisnutama mengatakan Kementeriannya telah merealokasi anggaran dan mengimplementasikan program khusus selama masa tanggap darurat COVID-19 sehingga sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dimitigasi selama pandemi.

"Presiden mengarahkan bahwa kami akan melaksanakan program perlindungan sosial bagi para pelaku pariwisata dan Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan merealokasi anggaran sebesar Rp 500 miliar, potensi ini akan terus dikembangkan," kata Wishnutama.

Ia akan berkoordinasi erat dengan Kementerian Keuangan (Kementerian Keuangan) sebagai upaya memberikan berbagai bantuan kepada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Realokasi kami juga akan melaksanakan berbagai jenis program yang padat karya, didahului dengan studi lebih lanjut dengan kementerian terkait, termasuk stimulus ekonomi untuk industri pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif untuk dapat bertahan hidup melalui situasi saat ini," katanya.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif selama darurat COVID-19. telah menyediakan akomodasi dan transportasi bagi petugas kesehatan dengan SOP kesehatan dari Kementerian Kesehatan dan WHO yang masih harus dipenuhi.

Hingga saat ini ada 1.725 petugas kesehatan yang telah difasilitasi. Lalu ada gerakan topeng kain yang memberdayakan UKM dengan target mencapai 1 juta topeng kain.

"Kami juga menyiapkan program lauk siap saji. Seperti lauk dendeng kering, abon, dan sebagainya. Di sisi lain program ini akan langsung melibatkan dan membantu para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif," katanya.

Presiden Joko Widodo sebelumnya percaya bahwa kelesuan sektor pariwisata akibat pandemi virus korona hanya akan berlangsung hingga akhir tahun. Untuk alasan ini, sikap optimisme harus terus dibangun sehingga sektor pariwisata dapat memanfaatkan momentum kenaikan segera setelah penurunan berakhir.

"Saya percaya ini hanya sampai akhir tahun. Tahun depan akan terjadi ledakan dalam pariwisata. Semua orang ingin keluar, semua orang ingin menikmati keindahan yang ada di daerah dengan pariwisata sehingga optimisme harus dinaikkan "kata Presiden Jokowi.

Presiden meminta untuk tidak terjebak dalam pesimisme karena masalah COVID-19, sehingga selama tur ledakan lebih banyak yang akan muncul setelah COVID-19 selesai, tetapi tidak dapat menggunakannya dengan benar.

Untuk alasan ini, Kemenparekraf saat ini sedang berusaha untuk menyiapkan tujuan yang sejalan dengan kondisi "normal baru" pasca-COVID-19 sesuai dengan prinsip kebersihan dan sanitasi yang sangat baik, menawarkan pengalaman lokal yang unik, kepada manajemen pengunjung yang baik sehingga ada tidak ada penumpukan (lebih ramai).

Selain itu, destinasi wisata juga didorong untuk terus meningkatkan dan lebih agresif dalam menerapkan prinsip-prinsip pengembangan pariwisata berkelanjutan (ketahanan, berkelanjutan, dan bertanggung jawab).

__Terbit pada
16 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *