Kelar Covid, Menangkap Wisnus Membutuhkan Pendekatan Normal Baru – Portal Berita Perjalanan Bisnis

title=IMG-20200418-WA0076/

Keindahan destinasi wisata di negeri itu memukau wisnus. (foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, business tourism.co.id: Kementerian Strategis Pariwisata dan Kebudayaan dalam rangka memobilisasi wisatawan domestik dalam tahap normalisasi setelah pandemi global Coand-19, menerima tanggapan positif dari para pengusaha tetapi pelaku bisnis. perjalanan akan lebih cepat, kata Anton Thedy, pendiri TX Travel, hari ini.

"Jika Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tahap awal normalisasi, itu akan memindahkan wisatawan nusantara (wisnus) terlebih dahulu, memang bisa, tetapi bagi kita di industri, justru untuk mendorong perjalanan resmi dari aparatur sipil negara ( ASN) dan pebisnis, "tambah Anton Thedy.

width=447
Anton Thedy, pendiri TX Travel (Foto: Travelgad)

Di bawah payung resmi PT Jakarta Express Utama, TX Travel, yang sekarang memiliki 200 cabang dan 12 ribu sub agen aktif, mengatakan bahwa perjalanan resmi Dinas Sipil Negara (ASN) dan para pelaku bisnis di nusantara akan lebih cepat menggerakkan roda. ekonomi, terutama industri pariwisata.

Bagi orang-orang setelah lama tinggal di rumah, pasti ada banyak yang memiliki & # 39; gatal & # 39; kaki untuk bepergian, tetapi harus diingat bahwa penghasilan juga berkurang banyak saat di rumah. "Prediksi saya yang akan pindah adalah bisnis perjalanan dan akhir pekan perjalanan tidak berjalan 5 hari atau lebih, "katanya.

Menurutnya, segmen karakter adalah wisnus perjalanan singkatmisalnya, dari Jakarta ke Bandung, bukan dari Jakarta ke Raja Empat, Papua, yang merupakan perjalanan panjang dengan biaya besar. Setelah pandemi global, lebih banyak perjalanan akan melibatkan anggota keluarga. Jika perlu, semua anggota keluarga di rumah akan diundang untuk bepergian segar.

Ini berbeda ketika bepergian ke luar negeri, meskipun lamanya waktu perjalanan juga satu jam dari Jakarta, seperti ke Singapura atau negara lain yang membutuhkan paspor. Jadi anggaran murah-meriah akan menjadi pilihan keluarga Indonesia, terutama mereka yang lokasinya mudah diakses.

Untuk sementara bepergian ke luar negeri yang memerlukan paspor, ada kesulitan dalam bahasa, mata uang dan makanan akan ditunda terlebih dahulu sehingga normalisasi berjalan lancar karena meskipun pandemi berakhir, pendekatan kepada orang asing juga dengan konsep New Normal.

Tujuannya adalah tujuan wisata jarak pendek, mudah dicapai dengan mobil pribadi, jalan-jalan keluarga. Penduduk Jabodetabek akan melakukan perjalanan ke Bandung, Pantai Carita, Puncak dan sekitarnya ledakan silakan dan akan menerima banyak kunjungan wisnus.

"Untuk kelas menengah ke atas yang bisa menggunakan pesawat terbang ke Bali, Jogja dan lainnya akan tetap ada perjalanan akhir minggu yang singkat. Asumsinya juga akan 3-5 bulan kemudian setelah berada di rumah, "katanya.

Penulis 50 WisDom (Pariwisata Domestik) Indonesia Ini memastikan bahwa gerakan wisnus akan dimulai oleh para pelaku bisnis yang bergerak pertama untuk menjalankan roda ekonomi bisnis mereka masing-masing karena akan ada banyak bisnis perjalanan dan perjalanan singkat akhir minggu

Normal Baru

Baru normal akan menjadi aturan baru dalam berbisnis karena setelah melewati wabah ini, perilaku konsumen akan semakin berubah on line. Selama 21 hari bekerja, belajar dan beraktivitas di rumah sendirian, seluruh anggota keluarga terbiasa dengan kegiatan itu on line.

"Jika kita melakukan sesuatu secara terus menerus dalam 21 hari, misalnya termasuk belanja on line kemudian setelah kondisi dunia kembali normal adalah kebiasaan on lineitu akan terus menempel, kita menjadi konsumen Mager alias gerak malas disebut Normal Baru, "Jelasnya.

Anton juga meyakini industri pariwisata seperti restoran, misalnya akan ada perubahan, misalnya restoran akan membatasi tempat duduknya, orang masuk mal dalam batas, cara berbelanja on line akan meningkatkan permintaan karena semakin umum selama rumah saja.

Dapat juga duduk di pesawat untuk membatasi penumpang, serta transportasi umum lainnya seperti kereta api dan bus juga dibatasi karena di Wuhan, Cina yang telah berhasil memerangi epidemi sekarang ada beberapa persen pasien yang terinfeksi ulang sehingga bahwa sosial dan jarak fisik juga tidak hilang begitu saja.

Dalam bisnis perjalanan, generasi milenial dan gen Z akan semakin meningkat on lineHanya orang lanjut usia yang masih berada di agen perjalanan offline karena terbiasa dilayani. Tapi bepergian offline sebenarnya sudah dimulai on line.

"Karena konsumen masih datang langsung ke kantor agen perjalanan, staf melayani kapan saja atau melalui telepon tanpa harus terpaku pada jam kantor lagi," kata Anton Thedy.

Sebagai seorang pelancong, Anton yang memulai karirnya dalam membangun bisnis perjalanan sejak 1991 mengatakan bahwa Indonesia benar-benar negara yang indah karena sudah sepatutnya bagi orang Indonesia untuk mengenal negara mereka sendiri.

"Indonesia memang indah dan sangat indah. Sekarang infrastruktur sedang ditambahkan dan ditingkatkan. Jika selama ini, tujuan wisata asing juga menjadi pilihan utama karena infrastrukturnya lebih siap, bukan karena lebih indah,"

Berhasil mendirikan TX Travel pada tahun 2004 dan menjadi waralaba perjalanan pertama di Indonesia dan memiliki cabang paling sukses di ASEAN. Sekarang dia memiliki program RTA (Agen Penjual Perjalanan). Ini telah menjadi terobosan pertama di Indonesia, yaitu travel reseller yang menjual banyak produk dibandingkan travel lainnya.

Melalui program ini, Anton menargetkan untuk mencapai 100 ribu anggota pada tahun 2020. Pengalaman mengelola bisnis ini sejak saat itu dan sekarang adalah cara bisnis telah berubah tetapi produk-produknya sama. "Orang akan tetap suka bepergian, tetapi cara mereka menjual akan online. Kelar Covid-19, industri perjalanan dan pariwisata yang dengan cepat membangkitkan ekonomi dunia," katanya optimis.

__Terbit pada
19 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *