KAWALI DKI: Petugas Pengangkutan Sampah dan Pemulung Bencana Mengintai | Viralmedia.Fun

title=Kawali/
Petugas mengangkut penduduk & # 39; sampah di Mampang Prapatan Selatan. (Foto: kawali)

Jakarta, Viralmedia.Fun – Sementara pemerintah pusat dan pemerintah daerah secara intensif memerangi penyebaran virus Corona (COVID-19), keselamatan pengangkut sampah dan pemulung tidak diperhatikan.

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Pusat Penelitian Kimia Lembaga Penelitian Indonesia (LIPI), jumlah masker dan sarung tangan sekali pakai meningkat. Dikhawatirkan akan menjadi sumber penyakit baru. (Kompas, 25/4/2020).

Agar bencana berikutnya tidak terjadi di negeri ini KAWALI DKI Jakarta kembali mengingatkan / memohon kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah, terutama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera mengambil langkah nyata untuk membuang topeng topeng dan sarung tangan sekali pakai.

"Ini agar tidak menjadi sumber penyakit baru yang dapat menjangkiti warga, terutama pengangkut sampah dan pemulung karena masih ada petugas pengangkut sampah yang tidak dilengkapi dengan pakaian khusus dalam situasi pandemi virus saat ini," kata Ketua Kawali DKI Jakarta, Mardian, melalui keterangan tertulisnya, Senin (27/4/2020).

Data Lingkungan DKI Jakarta (DLH) menyatakan bahwa sejak naiknya Work From Home (WFH) akibat penyebaran virus Corona (COVID-19) yang semakin tidak terkendali hingga jumlah sampah dari DKI Jakarta diangkut ke TPST Bantargebang telah berkurang 620 ton per hari tetapi jumlah masker dan sarung tangan sekali pakai meningkat.

Karena banding pemerintah disampaikan melalui Covid-19 Handling Task Force bagi warga negara untuk memakai masker dan sarung tangan yang biasanya hanya digunakan oleh petugas kesehatan saat ini, banyak orang menggunakan / memakainya dan bahkan digunakan oleh karyawan bank BUMN dan lainnya.

"Oleh karena itu, dapat dibayangkan seberapa besar peningkatan limbah masker dan sarung tangan sekali pakai yang akan diangkut / dibawa oleh petugas pengangkut sampah, yang merupakan mereka yang rentan terhadap penyakit covid-19 jika ini tidak dilengkapi dengan tempat sampah khusus. (kotak drop), "Dia berkata.

Menurutnya, ada sekitar 300 ribu petugas pengangkut sampah yang bersentuhan langsung dengan sampah yang diangkut di DKI Jakarta plus kurang lebih 500 ribu pemulung yang terus mencari sampah untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka.

Para pengangkut dan pemulung sampah ini tidak pernah tahu apakah sampah yang mereka bawa / bawa adalah sampah mereka yang merupakan ODP karena sampai sekarang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum menyediakan kotak-kotak drop khusus yang ditempatkan di ruang-ruang publik dan didistribusikan kepada mereka yang ODP dan diolah di rumah.

"Kami juga memberikan masukan jika sulit diganti kotak drop Mengingat bahwa dibutuhkan waktu dan biaya / anggaran, kami dari KAWALI DKI Jakarta juga mengusulkan bahwa menggunakan kantong plastik ramah lingkungan mudah terurai secara alami (TPA) yang memiliki SNI Ecolebel untuk fungsi pengganti. kotak drop kumpulkan limbah yang berpotensi terkena virus, "katanya. (Fath)

__Terbit pada
27 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *