Karena Selfie Buram, Ratusan Orang Gagal Mendapatkan Kartu Kerja

Bahkan jumlah yang tidak memenuhi persyaratan untuk kualitas foto tidak sedikit. Ada sekitar 30.000 peserta yang gagal dalam kartu pra-kerja karena mereka tidak melewati tresshold seperti mengunggah foto selife.


Viralmedia.Fun | JAKARTA- Pemerintah mengatakan ada sekitar 168.111 orang yang lulus program kartu Pra-Kerja dalam gelombang pertama. Angka ini lebih rendah dari target awal 200.000 orang yang lolos.

Direktur Eksekutif Manajemen Kartu Pra Kerja Work Denni Puspa Purbasari mengatakan, ada beberapa alasan mengapa peserta tidak memenuhi syarat. Salah satunya adalah karena kualitas selfie yang buruk.

Bahkan jumlah yang tidak memenuhi persyaratan untuk kualitas foto tidak sedikit. Ada sekitar 30.000 peserta yang gagal dalam kartu pra-kerja karena mereka tidak melewati tresshold seperti mengunggah foto selife.

Meskipun tresshold yang digunakan sama dengan pendaftaran online institusi lain. Karena itu, untuk menjadi pelajaran bagi peserta yang akan mendaftar, mengambil foto menjadi sangat penting.

"Ada 30.000 yang tidak bisa melewati ambang yang ditentukan. Ambang itu sama dengan yang kita gunakan katakan seperti yang digunakan oleh institusi. Di sini penting untuk mengetahui bahwa itu bisa jadi karena cara mengambil selfie tidak tepat, misalnya, satu kabur, yang kedua memakai kacamata, yang ketiga adalah telinga yang tak terlihat, yang keempat miring, yang kelima berbayang atau gelap, yang keenam memakai topi. Itu kemudian membuat pengenalan wajah kurang berhasil, "katanya dalam sebuah teleconfrence, Rabu (22/4/2020).

Meski begitu lanjut Denni, bagi peserta yang belum lulus bukan berarti kehilangan harapan. Karena para peserta masih bisa mendapatkan kesempatan untuk berkembang di gelombang berikutnya.

"Untuk selanjutnya kami berharap bahwa dalam batch ketiga kami akan memberikan jalur sehingga 30.000 teman ini dapat mengunggah foto baru mereka yang lebih benar, lebih baik, lebih cerah, sehingga mereka dapat bergabung dengan batch ketiga," kata Denni, seperti dikutip Legal.

Peserta yang gagal kemudian tidak perlu mengisi ulang data mereka. Karena kesalahan yang terjadi dalam mengunggah foto selfie, peserta hanya perlu mengunggah pose fotte-nya dengan benar

"Kami mohon maaf kami belum dapat menyesuaikan prosedur atau perjalanan pengguna bagi mereka yang tidak lulus pengenalan wajah untuk kemudian mengulangi proses hanya pada foto, tidak perlu memasukkan data lagi," kata Denni

__Terbit pada
23 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *