Kalimat Mencambuk di Saudi Dihapus | Viralmedia.Fun

title=Protes/
Protes (Foto: Wali)

Riyadh, Viralmedia.Fun – Sebuah dokumen dari pengadilan tertinggi kerajaan mengatakan bahwa Arab Saudi mengakhiri hukuman cambuk.

Keputusan oleh komisi umum untuk mahkamah agung diambil bulan ini. Sebagai gantinya, sanksi akan dialihkan dengan hukuman penjara, denda atau campuran keduanya.

"Keputusan ini merupakan perpanjangan dari reformasi hak asasi manusia yang diperkenalkan di bawah arahan Raja Salman dan pengawasan langsung Pangeran Mahkota Mohammed Bin Salman," kata dokumen itu, dikutip dari Wali, Senin (27/4/2020).

Diketahui, hukuman cambuk telah diterapkan untuk menghukum berbagai kejahatan di Arab Saudi. Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah mendokumentasikan kasus-kasus sebelumnya di mana hakim Saudi telah menghukum para penjahat dengan hukuman cambuk karena sejumlah pelanggaran, seperti pelecehan dan seks di luar nikah.

"Reformasi ini merupakan langkah penting ke depan dalam agenda hak asasi manusia Arab Saudi, dan hanya satu dari banyak reformasi baru-baru ini di kerajaan itu," kata Awwad Alawwad, presiden Komisi Hak Asasi Manusia.

Namun, bentuk-bentuk lain dari hukuman fisik dan hukuman mati, seperti amputasi untuk pencurian atau pemenggalan kepala untuk pembunuhan dan pelanggaran terorisme, belum dilarang.

"Ini adalah perubahan yang disambut baik tetapi seharusnya terjadi bertahun-tahun yang lalu," kata Adam Coogle dari Human Rights Watch.

"Tidak ada yang menghalangi Arab Saudi untuk mereformasi sistem peradilannya yang tidak adil," katanya.

Mahkamah Agung Saudi mengatakan reformasi terbaru dimaksudkan untuk membawa kerajaan sejalan dengan norma-norma hak asasi manusia internasional terhadap hukuman fisik.

Contoh paling terkenal dari hukuman cambuk dalam beberapa tahun terakhir adalah kasus blogger Saudi Raif Badawi yang dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dan 1.000 cambukan pada tahun 2014 karena menghina Islam.

Sebaliknya, ia dianugerahi hadiah hak asasi manusia Sakharov di parlemen Eropa tahun berikutnya.

Penghapusan hukuman fisik di Arab Saudi terjadi hanya beberapa hari setelah catatan hak asasi manusia kerajaan kembali menjadi sorotan setelah berita kematian akibat pukulan dalam penahanan dari aktivis terkemuka Abdullah al-Hamid.

"Hamid adalah anggota pendiri Asosiasi Politik dan Hak Sipil Saudi (Acpra) dan dijatuhi hukuman 11 tahun penjara pada Maret 2013," kata para aktivis.

__Terbit pada
27 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *