Kaka Tidak Pernah Ingin Meninggalkan AC Milan dan Bergabung dengan Real Madrid

Real Madrid dikenal sebagai klub yang suka mendatangkan pemain bintang, pada 2009, mereka berhasil mendatangkan bintang AC Milan Ricardo Kaka dengan nilai transfer mencapai 67 juta euro. Tidak hanya Kaka, mereka juga berhasil merekrut Cristiano Ronaldo, Karim Benzema dan Xabi Alonso.

Lima musim di Bernabeu, Kaka berhasil tampil dalam 120 pertandingan dengan koleksi 29 gol dan 39 membantu. Pria Brasil ini juga berhasil mempersembahkan tiga gelar berbeda, termasuk La Liga dan Liga Champions.


Meskipun mencapai kesuksesan di Spanyol, sekarang sebuah pengakuan mengejutkan disampaikan oleh agen Gaetano Paolillo, menurutnya Kaka tidak pernah ingin meninggalkan San Siro.

"Pada 2009 AC Milan mengalami masalah keuangan dan kemudian Manchester City mengajukan penawaran 100 juta euro, tetapi Kaka langsung menolak," kata Gaetano seperti dilansir Football Italia.

"Setiap tahun, Real Madrid selalu bertanya apakah Kaka dapat dibeli atau tidak, tetapi Milan juga tidak pernah memasukkan namanya dalam daftar pemain yang akan dirilis dan Kaka juga ingin bertahan. Itu adalah rencana awal," tambahnya.

Meskipun Kaka memutuskan untuk tetap di San Siro, Gaetano kemudian mengungkapkan bahwa Milan secara tak terduga menjual Kaka ketika ia memperkuat tim nasional Brasil.

"Setelah pertandingan terakhirnya dengan Milan di Florence, Kaka pergi ke Brasil untuk membela tim nasional, ia bahkan pergi dengan hanya membawa ransel dan mengatakan bahwa kami akan bertemu lagi di Bandara Malpensa satu bulan kemudian, tetapi Milan ternyata menjual Ricky (Ricardo) Kaka) ketika dia berada di Brasil, "lanjut Gaetano.

"Kaka tidak pernah ingin meninggalkan Milan, kepindahannya ke Real Madrid juga bukan karena uang. Dia dicintai oleh penggemar dan merasa lebih bahagia di Milan, tetapi klub memutuskan untuk melepaskannya di pasar transfer. Pada saat itu, Real Madrid adalah pilihan juga. Pilihan untuk menjualnya juga tidak diputuskan oleh Adriano Galliani. "

Saat ini Kaka telah memutuskan untuk gantung sepatu, sebelum Ballon 2007, atau pemenang berkesempatan untuk kembali ke Milan pada musim 2013/14 sebelum akhirnya mengadu kekayaannya di Amerika Serikat dengan Orlando City.

__Terbit pada
23 April 2020
__Kategori
Berita, Olahraga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *