Kabupaten Bandung Menyiapkan Skema PSBB Parsial di Tujuh Kabupaten

"Itu memerlukan analisis terpisah, ketika ada desa yang jauh dari perbatasan dengan kota Bandung tetapi ada korban, itu cukup dengan hanya menempatkan titik pemeriksaan," kata Dadang M. Naser.

Viralmedia.Fun | BANDUNG – Satuan Tugas Pencegahan Virus Korupsi 2019 (Covid-19) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berencana untuk memberlakukan Pembatasan Sosial Skala Besar Sebagian (PSBB) di tujuh Kabupaten. Tujuh kabupaten tersebut, yaitu Kabupaten Margaasih, Margahayu, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Cileunyi, Cilengkrang dan Cimenyan.

Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser mengungkapkan, secara teknis PSBB Parsial tidak akan mencakup seluruh wilayah kecamatan yang dimaksud, tetapi menyempit ke wilayah desa yang berbatasan langsung dengan Kota Bandung.

"Itu membutuhkan analisis sendiri, ketika ada sebuah desa jauh dari perbatasan dengan kota Bandung tetapi ada korban, itu cukup dengan hanya menempatkan titik pemeriksaan," kata Dadang Naser dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Parsial untuk PSBB tingkat Kabupaten Bandung, yang berlangsung di Bale Sawala Soreang, Rabu (15/4/2020).

Rapat koordinasi dihadiri oleh Dandim 0624 Letnan Kolonel Kabupaten Bandung Inf Donny Ismuali Bainuri, Kepala Kepolisian Resor Komisaris Besar Pol Hendra Kurniawan, Danlanud Sulaiman Kolonel Pnb Muhammad Nurdin, Kepala Kejaksaan Negeri Bandung Paryono, Sekretaris Daerah Bandung Teddy Kusdiana, asisten dan kepala perangkat Daerah Kabupaten Bandung.

Berkoordinasi dengan Komando Daerah Militer Bandung 0624 dan Polda Bandung, lanjut bupati, titik pemeriksaan akan ditempatkan di 16 titik.
"Ada 16 titik yang disiapkan di daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kota lain, untuk membatasi perpindahan orang dari dan ke wilayah Kabupaten Bandung. Selain itu, titik pemeriksaan juga ditempatkan dengan melihat peta distribusi ke-19 di Kabupaten Bandung," dia menjelaskan.

Usulan PSBB parsial, kata Bupati, akan diajukan dan diuji untuk kelayakannya oleh Departemen Kesehatan melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Jika Kementerian Kesehatan menyetujui proposal ini, maka wilayah Bandung Raya akan secara simultan mengimplementasikan PSBB mulai 22 April 2020 pukul 00.00 WIB hingga 5 Mei 2020," katanya.

Dadang Naser juga menginstruksikan stafnya untuk memeriksa kesiapan kebutuhan dasar, untuk area yang akan diberlakukan (PSBB) nanti. Setelah implementasi, pihaknya melalui gugus tugas akan melakukan evaluasi, sejauh mana efektivitas PSBB dalam menangani penyebaran Covid-19.

"Kami akan evaluasi nanti, apakah perlu diperpanjang atau tidak. Karena sampai sekarang kami masih menunggu, PSBB seperti apa hasil di Jakarta dan buffer," katanya.

Dia juga mengimbau kepada Aparat Sipil Kabupaten Bandung (ASN), untuk menyisihkan penghasilan mereka untuk membantu menangani Covid-19.

"Khususnya sebelum bulan suci Ramadhan, kami melakukan amal dalam kondisi yang tepat, untuk bergerak demi percepatan mengeluarkan co-19 dari Kabupaten Bandung," pungkasnya. ***

Editor: Muhammad Zein

__Terbit pada
16 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *