Jumlah Kasus Korona Positif di Jakarta Telah Mendekati 2.000 Angka | Viralmedia.Fun

Jakarta, Viralmedia.Fun – Wabah korona tidak memiliki tanda-tanda mereda, jumlah penderita sebenarnya meningkat. Sebagian besar kasus yang dites positif korona ada di Jakarta. Angka tersebut telah mendekati 2.000 kasus.

Data dapat dilihat di situs web resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, corona.jakarta.go.id. Berdasarkan pengamatan Viralmedia.Fun, Minggu (4/12/2020) siang, jumlah COVID-19 positif di Jakarta telah mencapai 1.903 kasus.

Dari 1.903 kasus, 168 telah meninggal, 142 telah pulih. Sementara 1.152 menjalani perawatan di rumah sakit, 441 orang menjalani isolasi independen. Jumlah itu masih mungkin bertambah karena Jakarta berada di zona merah. Masyarakat masih diminta untuk waspada dalam mematuhi rekomendasi pemerintah.

Alasannya, diperkirakan virus korona telah menginfeksi 32.000 orang di Jakarta. Ini didasarkan pada data penelitian yang disampaikan kepada para ilmuwan yang merupakan anggota Tim SimcovID dari berbagai universitas, di mana kasus Covid-19 terdeteksi saat ini hanya 2,3 persen.

"Penelitian ini, kami melihat fenomena yang ada. Itu juga termasuk memperkirakan kebutuhan ICU," kata peneliti ITB Dr. Nuning Nuraini yang terlibat dalam penelitian, Sabtu (4/11/2020).

Nuning menjelaskan angka yang diperkirakan terkait dengan 32.000 orang yang telah terinfeksi virus korona, pertama kali melihat angka kematian dari virus SARS-CoV-2.

Dari data kematian, kata Nuning, diperkirakan melalui model SEIQRD (Suceptible-Exposed-Karantina-Pemulihan-Kematian). Data ini untuk menentukan kasus-kasus yang tidak terdeteksi.

"Penentuan parameter yang kami gunakan mungkin mengeluarkan angka yang berbeda dari peneliti lain," kata Nuning.

Penelitian, kata Nuning, adalah untuk melihat proyeksi dinamika kasus ketika disimulasikan dalam beberapa strategi intervensi, yang disimulasikan untuk Jakarta dan Indonesia.

Nuning menjelaskan bahwa intervensi ini bertujuan untuk mengurangi tingkat reproduksi, yaitu tingkat infeksi, jumlah orang yang ditemui dan periode infeksi.

"Yang dapat kami kontrol adalah hanya mendorong kontak rata-rata. Sementara tingkat infeksi tergantung pada karakteristik virus," jelas Nuning.

Namun, periode infeksi juga dapat dipengaruhi oleh kecepatan tes deteksi Covid-19 dan juga isolasi. (Albar)

__Terbit pada
12 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *