JIWA | Viralmedia.Fun

Oleh: Abdullah Mahmud

Kombinasi tubuh dan roh adalah jiwa. Diskusi tentang jiwa oleh agama, filsuf dan psikolog tidak ada habisnya. Karena antara pemikiran dan eksperimen. Silakan baca perbandingan dalam disertasi Dr. Anis Ahmad Karzuun (منهج الإسلام في تزكية النفس).

Yang paling aman adalah penjelasan Allah subhanahu wa ta & ala Sang Pencipta. Lihat QS. Ash-Shams 7-10:

ونفس وما سواها (7) فنلس ها فجورها وتقواها (8) قد أفلح من زكاها (9) وقد خاب من دساها (10)

"Demi jiwanya dan kesempurnaannya (ciptaan), ia mengilhaminya (jalan) dari kejahatan dan kesalehannya, beruntung bahwa mereka yang memurnikannya (jiwa), dan benar-benar kehilangan orang-orang yang mencemari dia. "

Dan Nabi ﷺ berlindung kepada Allah dari jiwa yang tidak pernah penuh,

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ ، وَمِنْ ََََََََََْْْْْْْْْْْْْْ

"Ya Allah … Aku berlindung kepada-Mu dari pengetahuan yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak murni & # 39 ;, dari jiwa yang tidak puas (puas), dan dari doa yang tidak didengar (tidak dijawab)," (HR. oleh Abu Dawud, At-Turmudzi dan An-Nasaie)

Jiwa dibagi menjadi 3 bentuk:

Pertama, jiwa yang cenderung negatif,

۞ وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢ بِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبيْ غَْْغَغَغَغَغَغَغَغَغَغَ

"Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sebenarnya nafsu selalu mengarah pada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberikan rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya, Tuhanku adalah Pengampun, Maha Penyayang," (QS Yusuf (12): 53).

Kedua, jiwa yang tidak stabil, terkadang baik dan kadang-kadang buruk,

وَلَآ اُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ

"Dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali (dirinya sendiri)," (Surat Al-Qiyamah (75): 2).

Ketiga, jiwa adalah muthmainnah, tenang.

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ (27) ارْجِعِي إِلَى رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً (28) 29 29 29 29 29 29 29 29 29 29 29 29 29 29

"O jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang bahagia dan diberkati. Kemudian masuklah ke dalam kelompok hamba-Ku, dan masuki surga-Ku," (Surat Al-Fajr (27) -30).

Langkah-langkah yang harus diambil untuk menaklukkan jiwa dianalisis oleh banyak sarjana yang diungkapkan oleh kumpulan penulis dalam buku (نضرة النعيم) "Nadhratun Na". Im fii Makarimi Akhlak ar-Rasul al-Karim ".

***

Sebagai kesimpulan, ada 4 langkah untuk menghindari jiwa pertama:

  1. Berperilaku seperti malaikat; rasakan yang paling suci, rasakan yang paling benar dan sebagainya. sebagai kesempurnaan palsu.
  2. Berperilaku seperti iblis; menyesatkan, mengundang untuk bertindak dll., tidak ingin menjadi rusak sendiri bahkan mengundang orang sebanyak mungkin untuk bejat.
  3. Berperilaku seperti binatang liar; mau menang sendiri, berkuasa atas orang lain, menindas dll, berperilaku preman.
  4. Berperilaku seperti binatang pada umumnya; makan, minum, tidur, nongkrong, bepergian dll. Satu-satunya perhatiannya adalah perut dan orang-orang di bawah perutnya. Ini annafsul ammarah bissuu & # x; alias nafsu bejat.

Menghadapi nafsu kedua, al-lawwamah, tiga langkah yang harus diambil:

  1. Bertobat, berhenti dari tindakan bejat, menyesali peristiwa itu, dan tidak mengulanginya. Jika ini terkait dengan hak Adami, itu harus dikembalikan atau minta maaf.
  2. Beribadah, berusahalah untuk selalu berbuat baik.
  3. Muraqabah, selalu menghadirkan Allah subhanahu wa ta ala agar tidak melanggar.

Menghadapi jiwa ketiga, al-muthmainnah ada tiga langkah:

  1. Mengatur jantung sehingga mereka selalu memiliki niat baik dan menjaga kekudusan mereka (melalui 24 praktik) seperti menaruh kepercayaan, cinta, harapan, hanya takut kepada Allah.
  2. Pertahankan ucapan lisan dengan benar (dalam 7 latihan).
  3. Simpan semua bagian tubuh untuk amal (38 praktik).

Ini adalah cabang-cabang agama yang disebut Nabi ﷺ dalam haditsnya, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu katanya: Rasulullah ﷺ berkata:

الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً. فَأَفْضَلُهَا: قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، وَأَدْنَاهَا: إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ ، وَاٌَُُُُْْْْْْْْْْْْ

"Ada tujuh puluh atau enam puluh cabang agama, yang utama adalah pepatah & # 39; Laa ilaaha illallah & # 39 ;, sedangkan yang terendah adalah menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan, dan rasa malu adalah salah satu cabang iman, "(HR. Bukhari dan Muslim).

Imam Ghazali memegang empat langkah pemurnian manusia;

Pertama, bersihkan anggota tubuh yang najis dan hats.

Kedua, bersihkan anggota tubuh dari dosa.

Ketiga, membersihkan jiwa karakter jahat.

Keempat, bersihkan jantung dari selain Allah.

Di atmosfer manusia direkomendasikan #dirumahaja karena COVID-19, harus digunakan untuk mencoba membersihkan jiwa semua belenggu; stres, kebingungan, ketakutan, depresi dll. dan kembali kepada Allah dengan menjalankan iman dan perbuatan baik dapat menjadi hamba yang saleh.

Semoga kita semua menjadi pelayan yang saleh. Amin

__Terbit pada
11 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *