Janji Liburan Ngawur, PT. Wayser PLTU Tomilito Gorut Memilih Retret

GORUT, Viralmedia.Fun– Janji liburan Ramadhan awal oleh perusahaan ternyata tidak penting, karyawan PT. Wayser PLTU Tomilito, Gorontalo Utara (Gorut), Herdi Kadir dan rekan-rekannya memilih untuk mengundurkan diri.

"Dia bilang awal puasa akan ditutup dan mungkin pulang, tetapi tiba-tiba itu dibatalkan. Bahkan ketika jam pulang ke rumah 3 jam dibatalkan, jelas kami kecewa," jelas Herdi Kadir kepada media ini, Sabtu 26 / 04/2020.

"Dengan itu, saya dan 12 rekan mengundurkan diri karena kami merasa tidak senang dengan perlakuan perusahaan. Di antara kami ada yang sudah bekerja selama 6 bulan hingga 1 tahun tetapi belum memiliki kontrak kerja," lanjut Herdi.

Herdi mengungkapkan, perlakuan tidak adil terhadap karyawan lokal sering terjadi di PLTU. Dia pernah menemukan pekerja di luar area diberi izin untuk masuk dan keluar dari perusahaan, sementara mereka diberi izin pekerja teknologi lokal.

"Ketika kita bersiap-siap untuk mengambil izin pulang seperti yang dijanjikan, tetapi pengiriman PT. Wayser bahwa liburan dibatalkan. Ketika ditanya mengapa perusahaan itu diam," kata Herdi.

"Akhirnya, kami diundang oleh GLP dan Pameran, untuk mengklarifikasi informasi yang membingungkan. Kami mengatakan segalanya kepada GLP dan Wayser, jika informasi ini jelas tidak mungkin kami akan meminta informasi hingga ke sini," lanjut Herdi.

Dia berharap pemerintah daerah Gorut akan memperhatikan keluhan pekerja pembangkit listrik Tomilito setempat.

"Kami berharap pemerintah daerah dapat mendengar keluhan kami tentang pekerja lokal, sebagai masyarakat adat sehingga mereka dapat makmur, dan ini tidak terjadi berulang kali," harap lelaki yang kerap dipanggil Dedi ini.

Juru bicara untuk PT. Wayser, yang namanya enggan dipublikasikan ketika dimintai tanggapan oleh awak media melalui telepon, mengatakan bahwa ketika para pekerja mengadakan demonstrasi, sebuah perjanjian telah dibuat, salah satunya terkait dengan libur puasa awal.

"Kemarin di demonstrasi ada beberapa tuntutan dan perjanjian telah terjadi, dari mentor untuk memberikan hari libur selama 2 hari dan gaji masih dihitung. Dan ada tambahan yang diizinkan untuk pulang selama 3 jam, dari jam 5 sore sampai jam 5 sore. Jam 8 malam tapi pulang belum diperbaiki, "katanya.

"Karena keberadaan Covid-19, mentor sampai pada kesimpulan bahwa 3 jam sudah dihapus." Untuk liburan tetap libur tapi tidak bisa keluar dari proyek, "tambahnya.(TR / 04).

__Terbit pada
25 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *