Jangan Terima Diperlakukan Tidak Adil, Ratusan Massa Bertindak di PLTU Tomilito Gorut

GORUT, Viralmedia.Fun – Tidak menerima diperlakukan tidak adil oleh perusahaan, ratusan pekerja dan orang-orang desa Tanjung Karang, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) secara spontan datang ke pembangkit listrik Tomilito untuk mengadakan rapat umum damai, Rabu 22/4 / 2020

Dalam pidatonya, periode mempertanyakan perbedaan dalam katering (makanan) pekerja lokal dan pekerja asing Cina. Karena makanan pekerja lokal hanya dapat dikirim ke pintu depan perusahaan, sedangkan untuk pekerja Cina diminta dikirim langsung ke.

"Kami meminta perusahaan untuk tidak membedakan antara pekerja lokal dan pekerja asing Cina," kata Ismiyati (48), warga desa Tanjung Karang sebagai pedagang makanan di lokasi pembangkit listrik.

"Jika pekerja lokal memesan makanan, itu tidak bisa dikirim langsung ke dalam. Tetapi jika TKA memesannya, itu harus dikirim ke dalam. Ini tidak baik!" Lanjut Ismiyati.

"Kami meminta pemerintah daerah untuk tidak hanya diam tentang perlakuan perusahaan terhadap pekerja lokal dan masyarakat di sekitar PLTU," tambah Ismiyati.

Di tempat yang sama Nizar (22), sebagai pekerja di salah satu perusahaan outsourcing pembangkit listrik mengungkapkan bahwa pekerja lokal yang dikatakan dikarantina di dalam perusahaan, ternyata tetap aktif seperti biasa.

"Dia mengatakan karantina tidak. Alasan awal dikatakan mematuhi protokol kesehatan pemerintah. Kita tidak dikarantina di dalam, buktinya kita terus bekerja seperti biasa," kata Nizar.

"Ditambah lagi kita ditumpuk di tempat seperti kandang ayam, sempit dan ketat, tidak sesuai dengan protokol kesehatan," tambah Nizar.

Gorontalo Listrik Perdana (GLP) Lutfy, ketika diwawancarai oleh kru media, mengatakan bahwa mereka akan melakukan penyesuaian terhadap perdagangan makanan di sekitar pembangkit listrik. Saat menanggapi tuntutan para pekerja, ia enggan menjawab.

"Kami akan memberikan penyesuaian, itu sudah cukup," kata Lutfy saat meninggalkan kru media.

Kepala Desa Tanjung Karang, Elwin Junus, ketika dimintai tanggapannya, meminta PLTU untuk memberdayakan masyarakat setempat, khususnya masyarakat Tanjung Karang.

"PLTU harus berterima kasih kepada masyarakat setempat untuk persiapan makanan, jangan biarkan perusahaan tidak memperhatikan orang-orang di desa kami. Itu hanya masalah katering yang tidak bisa masuk , jadi ada keributan, "kepala desa menutup,(TR / 04).

__Terbit pada
22 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *