Jangan Biasakan tidur setelah subuh, ini bahayanya

Viralmedia.Fun | BANDUNG – Bagi banyak orang pagi adalah waktu yang menyenangkan untuk bermalas-malasan. Suhu dingin dan udara segar justru dinikmati untuk tidur. Bahkan mereka yang sudah bangun sholat subuh tidak sedikit yang tidur lagi.

Terutama selama bulan Ramadhan, biasanya setelah makan subuh dan melakukan sholat subuh, kebanyakan orang memilih tidur lagi karena rasa kantuk yang tidak tertahan.

Tidur di pagi hari setelah shalat Subuh itu menyenangkan, tetapi kebiasaan itu ternyata berbahaya. Inilah bahayanya:

1. Bertentangan dengan Sunnah Nabi

Kebiasaan yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu alaihi wasallam adalah bangun di pagi hari dan langsung bergerak tanpa tidur lagi. Setelah Subuh, Rasulullah biasa membaca sampai zaman Shuruq. Bagi masyarakat, dianjurkan juga seperti itu, atau jika ada kebutuhan untuk menemukan maisyah, waktu yang tersedia dapat digunakan untuk membuat persiapan.

2. Jangan diberkati waktu pagi hari

Dalam sebuah hadits, Nabi berdoa memohon berkah bagi umatnya yang bangun di pagi hari. Sebaliknya, doa menyiratkan bahwa mereka yang tidur lagi setelah Subuh, mereka akan kehilangan berkah yang disebutkan dalam doa Nabi.
Dia sallallaahu alayhi wasallam berkata: "Ya Allah, berkati umatku di pagi hari." (HR. Abu Daud)

Berkat dalam ayat ini memiliki arti luas. Secara umum artinya adalah meningkatkan kebaikan. Bentuknya bisa bermacam-macam, misal bisnisnya sukses sehingga bisa banyak amal atau karier bertambah sehingga mudah memberi amal.

Shakhr Al Ghamidi radhiyallahu anhu, teman yang meriwayatkan hadits ini, adalah orang yang telah membuktikan doa Nabi. Sebagai seorang pedagang, Shakr dulu pergi berdagang mulai pagi dan akhirnya berhasil menjadi pedagang kaya.

3. Malas, berkecil hati

Mengisi pagi hari setelah Subuh dengan ibadah atau zikir membuat waktu berikutnya lebih segar dan lebih bersemangat. Baik secara medis atau ruhiyah. Sebaliknya, tidur pagi-pagi sekali setelah fajar membuat orang lain tidak antusias pada waktu berikutnya.

"Lakukan ibadah (terus menerus) di pagi hari." (HR. Bukhari)

Beberapa ulama menjelaskan bahwa ghadwah dalam hadits ini berarti waktu antara fajar dan matahari terbit.

Seorang ulama sekaliber Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa ketika dia melakukan dzikir setelah Subuh, sore itu dia sangat antusias. Kekuatannya meningkat. Namun saat tidak berdzikir di pagi hari setelah subuh, sore itu sepertinya kehilangan antusiasme.

4. Lemah, mudah sakit

Tidur di pagi hari juga dapat menyebabkan kondisi fisik yang lemah dan mudah sakit. Terutama sakit kepala. Menurut sebuah penelitian, tidur pagi menyebabkan serebrospinal bergerak ke otak. Inilah yang menyebabkan sakit kepala.

Jauh sebelum penelitian ini, Ibn Qayyim Al Jauziyah memberikan nasihatnya. "Tidur pagi juga menyebabkan berbagai penyakit tubuh, termasuk melemahnya nafsu," tulisnya dalam Zaadul Maad.

5. Impotensi

Seperti yang dinyatakan dalam Zaadul Maad, tidur di pagi hari setelah fajar juga dapat mengakibatkan impotensi.

6. Tidak terhalang dari rezeki

Jika berkah bisa meluas dalam bentuk kehilangan kebaikan meskipun itu masih berlimpah, rezeki di pagi hari juga dapat secara khusus mencegah rezeki.

Ibn Qayyim Al Jauziyah masih di Zaadul Maad – mengatakan: "Empat hal yang mencegah kedatangan rezeki adalah tidur di pagi hari, sedikit shalat, kemalasan dan pengkhianatan."
Pengetahuan alami tentang bish shawab. ***

__Terbit pada
25 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *