Ini adalah lima penyakit yang menyertai yang menyebabkan pasien Corona mati

Pasien positif virus korona dapat memiliki gejala yang parah dan memburuk jika mereka memiliki komorbiditas atau penyakit yang menyertai. Ada beberapa penyakit yang menyertainya yang dapat menyebabkan kematian pada pasien Covid-19.


Penyakit yang menyertai pada Covid-19 adalah penyakit lain yang dimiliki seorang pasien sebelum ia terinfeksi virus korona.

Hal ini dikemukakan oleh seorang spesialis dalam penyakit dalam, Tunggul Situmorang seperti dikutip dari CNNIndonesia, komorbiditas memperburuk perjalanan klinis Covid-19 karena kekebalan yang lebih rendah. Apalagi jika faktor komorbiditasnya tidak terkontrol dengan baik.

5 komorbiditas berikut dapat memperburuk kematian pada pasien Covid-19.

1. Hipertensi
Hipertensi adalah suatu kondisi tekanan darah tinggi di jantung dan dinding pembuluh darah ke seluruh tubuh. Seseorang didiagnosis menderita hipertensi jika pengukuran tekanan darah di atas 140/90 mmHg.

Tekanan darah yang mengalir ke seluruh tubuh dapat merusak organ dengan cepat, terutama jika disertai dengan COvid-19. Kasus di Italia menunjukkan bahwa lebih dari 75 persen pasien Covid-19 yang meninggal memiliki hipertensi.

Menurut Tunggul, hipertensi adalah suatu kondisi yang rentan terjadi pada semua orang. Risiko mengembangkan hipertensi terus meningkat seiring bertambahnya usia.

"Hampir 60 persen orang di atas usia 60 memiliki hipertensi. Di Indonesia, satu dari tiga orang dewasa, prevalensinya adalah 34,1 persen," kata Tunggul yang juga ketua Asosiasi Dokter Hipertensi Indonesia (INASH).

2. Diabetes
Seperti halnya hipertensi, diabetes juga merupakan penyakit kronis yang terjadi di seluruh tubuh. Diabetes ditandai oleh tingginya kadar gula dalam darah. Kondisi ini secara perlahan dapat merusak jantung, pembuluh darah, ginjal, hingga mata.

Infeksi Covid-19 akan mempercepat kerusakan organ pada penderita diabetes. Lebih dari 35 persen pasien Covid-19 yang meninggal di Italia disebabkan oleh diabetes.

3. Penyakit paru-paru
Penyakit yang menyertai terkait dengan kerusakan paru-paru dan saluran pernapasan juga memperburuk Covid-19. Penyakit yang berhubungan dengan paru-paru termasuk paru obstruktif kronis (COPD), asma, dan TBC (TB).

"Faktor-faktor hipertensi, sesak napas karena kelainan paru-paru, bisa disebabkan oleh asma, TBC. Ini adalah penyebab kematian kasus Covid-19, termasuk diabetes," kata Juru Bicara Khusus Pemerintah untuk Covid- 19 Penanganan Achmad Yurianto, Selasa (14/4).

Covid-19 juga merusak paru-paru. Paru-paru yang rusak membuat organ-organ tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup, yang memicu kerusakan organ-organ yang dapat menyebabkan kematian.

4. Penyakit jantung
Penyakit kardiovaskular atau kardiovaskular juga merupakan penyakit penyerta yang memberatkan Covid-19.

Sistem kekebalan yang melemah dapat membuat kerusakan lebih meradang yang mengakibatkan serangan jantung, stroke, dan kematian.

5. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Dalam situasi transisi, DBD juga dapat memperburuk Covid-19.

"Kita harus sangat berhati-hati dengan konteks musim transisi demam berdarah, yang seringkali akan menjadi sangat buruk jika disertai oleh Covid-19," kata Yurianto.

Selain itu, perlu juga diwaspadai karena gejala Covid-19 dapat menyerupai DBD.

"Salah satu pasien saya adalah pasien demam berdarah spesifik dengan gejala trombosit rendah, sakit rheumatic, kemudian sembuh. Seminggu kemudian panas dan batuk dan diperiksa dengan sinar X dan dinyatakan positif Covid-19," kata Ketua Covid- 19 Satuan Tugas dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Profesor Zubairi Djoerban. ***

Sumber: CNNIndonesia

__Terbit pada
15 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *