Ini adalah kesaksian Ketua KPU, Arief Budiman pada Sidang Kasus Suap PAW DPR

"Harun membawa keputusan Mahkamah Agung dan foto Harun Masiku dengan Megawati Sukarnoputri dan foto dengan Mahkamah Agung. Bagaimana menurutmu?" kata spanduk itu.


Viralmedia.Fun | JAKARTA- Tersangka anggota kasus perubahan suap sementara (PAW) anggota Fraksi PDIP DPR Harun Masiku mengambil foto Megawati Sukarnoputri saat bertemu dengan Ketua KPU Arief Budiman. Saat itu, Harun meminta Arief agar ia diangkat sebagai anggota Parlemen untuk menggantikan Nazaruddin Kiemas yang meninggal.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta (Tipikor), Panji Surono saat menanyakan Arief Budiman yang merupakan saksi dalam persidangan terdakwa Saeful Bahri, Senin (20/4/2020).

"Harun membawa keputusan Mahkamah Agung dan foto Harun Masiku dengan Megawati Sukarnoputri dan foto dengan Mahkamah Agung. Bagaimana menurutmu?" kata Panji seperti dilansir CNNIndonesia dari Antara.

Ketua KPU Arief Budiman biasa menanggapi tanda-tanda Harun yang membawa sejumlah file dan foto Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri. Saat itu, Harun juga membawa putusan Mahkamah Agung (MA).

"Saya tidak menilai apa-apa, saya pikir itu bukan dokumen resmi, bukan dokumen formal yang dimasukkan ke kantor saya, jadi dia datang sambil menunjukkan file, saya normal, saya tidak mendokumentasikan sebagai surat resmi," kata Ketua KPU Arief Budiman.

"Tidak terpengaruh oleh foto dengan siapa pun?" Hakim Panji bertanya. "Tidak," jawab Arief.

Arief juga menekankan bahwa pertemuan dengan Harun belum pernah dijadwalkan sebelumnya. Harun yang segera datang ke KPU untuk berbicara dengan Arief. Menurut Arief, pertemuan itu diadakan pada September 2019 dalam suasana informal dan konsultatif.

"Bertemu dengan Harun, dia tidak menelepon saya, jadi datang saja karena ada yang bisa datang ke kantor dengan mengatakan kepada otoritas keamanan untuk mengatakan mereka ingin bertemu, kemudian melalui sekretaris saya dan jika ada waktu saya mengundang siapa pun jika Anda ingin bertemu tolong, "kata Arief.

Arief menjelaskan, Harun saat itu bertemu membahas kesempatannya untuk menjadi anggota DPR menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal. Harun membawa vonis uji materi MA serta surat dari DPP PDIP di samping foto Megawati Sukarnoputri.

Arief mengklaim bahwa pada saat itu dia tidak mencatat poin diskusi karena dia menganggap pertemuan itu tidak resmi.

"Karena saya anggap itu konsultasi informal," katanya.

Arief mengatakan bahwa pada saat itu Harun juga tidak memohon padanya. Tidak ada kesan kekuatan. Akhirnya, KPU tidak menunjuk Harun Masiku sebagai anggota DPR pengganti Nazarudin Kiemas yang meninggal.

"Lebih dari pemberitahuan itu, silakan ditindaklanjuti, lebih dikonsultasikan, ada surat PDIP, ada putusan tes materi MA, harap perhatikan dan bukan saya yang memintanya untuk membawa sesuatu, dia hanya datang untuk berkonsultasi dengan menunjukkan dokumen itu, "kata Arief.

__Terbit pada
21 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *