Ini adalah Fatwa MUI Baru Mengenai Dana Zakat

Ini

* Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Fatwa mengeluarkan Fatwa Nomor 23 Tahun 2020 Tentang Pemanfaatan Zakat, Infaq, dan Shadaqah untuk Co-19 Penanggulangan dan Dampaknya. (Foto: MUI)

Jakarta, Viralmedia.Fun – Majelis Ulama Indonesia melalui Komisi Fatwa mengeluarkan Fatwa Nomor 23 Tahun 2020 Tentang Pemanfaatan Aset Zakat, Infaq, dan Shadaqah untuk Penanggulangan Covid-19 dan Dampaknya.

Fatwa ini dikeluarkan dalam konteks menegaskan komitmen agama dan kontribusi untuk penanganan dan penanganan wabah Covid-19.

Berikut ini adalah isi lengkap dari Fatwa MUI No. 23 tahun 2020 tentang Pemanfaatan Zakat, Infaq, dan Aset Shadaqah untuk Penanggulangan Covid-19 dan Dampaknya.

Supremasi hukum:

1. Pemanfaatan aset zakat untuk mengatasi wabah Covid-19 dan dampaknya, undang-undang tersebut dapat sebagai berikut:

Sebuah. Distribusi langsung zakat ke mustahik dengan ketentuan sebagai berikut:

1). Penerima termasuk salah satu kelompok (asnaf) zakat, yaitu Muslim yang membutuhkan, miskin, amil, mualaf, yang berhutang, riqab, ibnu sabil, dan / atau fi sabilillah;

2). Zakat yang didistribusikan dapat berupa uang tunai, makanan pokok, kebutuhan medis, modal kerja, dan sesuai dengan kebutuhan mustahik

3). Pemanfaatan aset zakat mungkin produktif, antara lain, untuk merangsang kegiatan sosial ekonomi miskin yang terkena dampak wabah.

b. Distribusi untuk kepentingan umum, dengan ketentuan sebagai berikut:

1) Penerima manfaat termasuk dalam kelompok (asnaf) fi sabilillah

2) Pemanfaatan dalam bentuk aset yang dikelola atau layanan untuk kepentingan publik, terutama manfaat mustahik, seperti untuk penyediaan peralatan perlindungan pribadi, desinfektan, dan obat-obatan serta kebutuhan relawan yang ditugaskan untuk melakukan kegiatan kemanusiaan dalam pencegahan epidemi.

2. Zakat mal dapat dipenuhi dan didistribusikan lebih cepat (ta‘jil al-zakah) tanpa harus menunggu setahun penuh (angkut), jika telah mencapai nishab.

3. Zakat fitrah dapat dipenuhi dan dibagikan sejak awal Ramadhan tanpa harus menunggu malam Idul Fitri.

4. Kebutuhan untuk mengatasi wabah Covid-19 dan dampaknya yang tidak dapat dipenuhi melalui zakat, dapat diperoleh melalui donasi, sedekah, dan donasi halal lainnya. (POY)

__Terbit pada
24 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *