Ini adalah Co-19 Opposite House Facility di Tangerang Selatan

Ini

* Co-19 Fasilitas Rumah Berseberangan di Tangerang Selatan. (Foto: Dokumen Hubungan Masyarakat Kominfo)

Jakarta, Viralmedia.Fun – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) telah meresmikan Rumah Kebalikan Co-19 di Daerah Pertanian Terpadu, Ciater, Serpong, Kota Tangsel.

Kepala Unit PMI Tangerang Selatan, Suhara menjelaskan, rumah ini dibuat senyaman mungkin oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

"Wabah ini telah terjadi di Tangerang Selatan sejak pertengahan Maret, untuk itu kami bergerak bersama untuk menyembunyikan lawan, dengan mengkarantina orang sakit dari orang sehat," kata Suhara dalam pernyataan tertulis dari Humas Komunikasi dan Teknologi Informasi yang diterima obsessionnews.com , Rabu (15/4/2020).

Rumah Lawan Covid-19 dilengkapi dengan 148 tempat tidur yang terdiri dari 85 tempat tidur pria dan 63 tempat tidur wanita.

"Di mana 85 tempat tidur untuk pria atau pria terdiri dari ODP total 73 tempat tidur dan PDP total 12 tempat tidur. Sementara wanita dengan 50 tempat tidur untuk ODP dan 13 tempat tidur untuk PDP," jelasnya.

Tidak hanya itu, rumah Covid lawan memiliki fasilitas, yaitu tempat tidur setiap pasien dan bagi mereka yang membawa anak ada tempat tidur tambahan. Toilet dan kamar mandi shower sebanyak 24 kamar mandi, dilengkapi dengan TV di setiap kamar, Wi-Fi.

"Dan dispenser di depan setiap kamar, mesin cuci dan jemuran, setrika, dan lainnya," tambah Suhara.

Suhara yang juga menjabat sebagai
orang yang bertanggung jawab atau koordinator rumah lawan yang berselisih itu menjelaskan, setiap hari akan ada lagu atau fisioterapi musik, ruang medis dan peralatan medis yang dilengkapi.

Dimana setiap shift terdiri dari dokter umum, perawat, petugas makanan, OB, sukarelawan dan pengemudi ambulans.

"Bahkan, kami juga menyiapkan konsultasi psikologis, latihan pagi atau OR, Rapidtest sebelum pulang, dan bagi pasien yang mengalami gejala yang memburuk akan dirujuk, sehingga ambulans selalu siaga," jelasnya.

Katanya, tempat ini tidak membuka pendaftaran, tetapi pasien datang dari puskesmas di Tangerang Selatan. "Jadi kalau ada pasien rujukan dari Puskesmas ditempatkan di sini," katanya.

Suhara berharap orang tidak akan mengisolasi orang yang terinfeksi virus ganas ini. "Karena mereka adalah bagian dari kita yang harus kita lindungi," pungkasnya. (POY)

__Terbit pada
15 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *