Influencer Splashy Dinda Shafay Bertindak Lagi, Gunakan Sabun Antiseptik untuk Pelembap



Viralmedia.Fun – Dinda Shafay kembali menggerakkan media sosial menjadi topik trending di Twitter. Bagi Anda yang tidak terbiasa, Dinda Shafay adalah influencer yang memiliki 108 ribu pengikut di Instagram dan 609 ribu pelanggan di YouTube.



Dinda dikenal sering mengunggah hal-hal kontroversial ke media sosial. Sebelumnya ia membuat pembersih tangan dengan kandungan alkohol di atas 70 persen dicampur dengan gel lidah buaya, sedangkan menurut para ahli kesehatan kandungan yang tinggi itu berbahaya bagi kulit manusia.




Kali ini ia meletakkan video tutorial di akun TikTok tentang cara mensterilkan ruangan menggunakan pelembab udara. Humidifier udara ini menyemprotkan uap yang bisa melembabkan udara saat udaranya terlalu kering atau bisa digunakan untuk aromaterapi.


Masalahnya adalah, Dinda dalam video yang ditulis sebagai "Tips membersihkan ruangan dari virus", menggunakan campuran bahan yang tidak biasa, yaitu air mineral dan sabun antiseptik Dettol.


Video ini viral di Twitter setelah diunggah kembali oleh @xnethacy, sekarang video telah diputar lebih dari satu juta kali dan menerima 21 ribu retweet dan 21, 400 suka



Pembuatan video humidifier udara Dinda dikritik oleh pengguna Twitter, mereka memberikan kritik terhadap tindakan Dinda Shafay yang dianggap berbahaya karena pikirannya sering keliru.




Salah satu warga mengaku kesal karena tindakan Dinda, yang sering memberikan informasi palsu, tidak hanya dilakukan satu atau dua kali





Ada juga warga yang mengaku bingung dengan tindakan Dinda untuk membuat air pelembab dari sabun





Agar Anda juga tidak salah, kenali dulu perbedaan antara antiseptik dan desinfektan. Karena fungsinya sama untuk melawan kuman, itu dianggap sama ketika penggunaannya berbeda.


Desinfektan diterapkan pada benda dan bahan mati untuk membunuh mikroorganisme di permukaannya untuk mengendalikan dan mencegah infeksi. Contoh desinfektan termasuk klorin, pakaian pemutih, yodium, dan Glutaraldehyde. WHO juga merekomendasikan penggunaan cairan desinfektan pada permukaan benda yang sering disentuh oleh banyak orang, apalagi dipegang oleh pasien atau tersangka virus corona COVID-19 yang baru.


Sementara itu, antiseptik digunakan dalam organisme hidup untuk membunuh mikroorganisme yang hidup di permukaan tubuh, seperti pada kulit manusia.


Jika Anda memperhatikan, maka kedua fungsinya untuk bagian luar tubuh sehingga tidak tepat jika digunakan untuk pelembab yang bisa membuat cairan kimia terhirup.


WHO sebelumnya telah menjelaskan bahwa itu tidak menyemprotkan cairan disinfektan atau disinfektan karena berbahaya jika terhirup. WHO menyatakan bahwa kandungan yang terkandung dalam cairan disinfektan tidak akan membunuh virus yang ada di dalam tubuh, tetapi cairan itu dapat merusak pakaian hingga membahayakan tubuh, terutama mata dan mulut.


Demi mencegah virus memasuki tubuh, kata WHO, cuci saja tangan Anda sampai bersih. Jangan menyentuh mata, hidung dan mulut sebelum mencuci tangan. Dalam kasus transmisi COVID-19, WHO juga merekomendasikan untuk menjaga jarak minimal satu meter dari orang lain. (trendingnow)

__Terbit pada
14 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *