Ikuti Pemain Chelsea, Lampard Akan Menerima Pengurangan Gaji 25 Persen

Dalam dua bulan terakhir, wabah virus korona telah menjadi masalah besar yang dihadapi oleh hampir semua negara di dunia, meskipun jumlah kasus di beberapa negara Eropa kini menurun, epidemi ini masih mempengaruhi beberapa aspek, termasuk situasi keuangan suatu negara. sejumlah klub sepakbola.

Seperti diketahui, UEFA sebagai Federasi Sepakbola Eropa sudah menunda implementasi Euro 2020, sebelum sejumlah kompetisi sepakbola juga harus dihentikan hingga batas waktu belum ditentukan.

Chelsea menjadi salah satu klub yang menerapkan aturan pengurangan gaji di tengah-tengah pandemi COVID-19, para pemain dilaporkan setuju untuk menerima pemotongan pendapatan 10 persen.

Tidak ingin kalah dengan para pemain, sang pelatih, Frank Lampard juga akan melakukan hal yang sama. Menurut laporan Goal, pria Inggris itu telah setuju untuk menerima pemotongan gaji 25 persen. Tidak hanya Lampard, kedua asistennya, yakin Jody Morris dan Joe Edwards juga akan melakukan hal yang sama.

Sebagai informasi tambahan, Lampard mengaku menerima gaji empat juta pound per tahun.

The Blues menjadi salah satu klub yang aktif memerangi virus korona, mereka telah membuat klub hotel gratis untuk petugas medis Inggris (NHS). Para pemain juga menyumbangkan dana besar melalui amal klub, mengumpulkan dana untuk para korban kekerasan, serta menyediakan makanan gratis untuk 78.000 petugas medis selama dua bulan ke depan.

Akhirnya, para pemain juga akan berpartisipasi dalam kampanye #PlayersTogether, mereka akan berkontribusi dan mengumpulkan dana secara kolektif untuk didistribusikan kepada mereka yang membutuhkan, termasuk National Health Service (NHS) atau petugas medis Inggris.

Inggris adalah salah satu negara di benua Eropa yang memiliki jumlah kasus virus korona tertinggi, berdasarkan data yang dikumpulkan hingga Selasa (21/4), terdapat 124.743 kasus positif dengan angka kematian mencapai 16.509.

Frank Lampard bukan pelatih pertama yang rela memotong gajinya di tengah pandemi korona, sebelum David Moyes, Jurgen Klopp dan Mikel Arteta juga melakukan hal yang sama.

__Terbit pada
21 April 2020
__Kategori
Berita, Olahraga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *