Ibadah di Rumah | Viralmedia.Fun

title=Imam
Ilustrasi: Doa berjamaah di rumah.

Oleh: H. Subhan Nur, Lc, M.Ag (Kepala Seksi Pengembangan Metode dan Bahan Direktorat Informasi Islam)

"Dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW berkata," Buatlah doa-doa Anda di rumah Anda, dan jangan membuat rumah Anda menjadi kuburan, " (HR. Bukhari dan Muslim).

Perintah Dasar untuk Ibadah di Rumah

Kalimat "Jadikan doa-doa Anda di rumah Anda" menjadi dasar perintah untuk menjadikan rumah tidak hanya tempat pertemuan antara orang tua dan anak-anak, atau tempat untuk bersantai dari berbagai kegiatan. Tetapi rumah juga merupakan sarana ibadah bagi anggota keluarga inti.

Para ulama hadits menjelaskan bahwa perintah "shalat" yang dimaksud adalah shalat sunnah yang dilakukan di rumah. Perintah ini bertujuan untuk menjaga ibadah dari unsur-unsur riya dan jumlah, dan agar rumah akan diberkati, diberkati, dan dijauhkan dari Setan. Sehingga shalat sunnah lebih penting dilakukan di rumah daripada di masjid, seperti yang dikatakan oleh Nabi Muhammad dari Zaid bin Thabit RA,

"Wahai manusia, doakan kamu di rumahmu, karena doa terbaik adalah doa seseorang di rumah, kecuali doa wajib," (HR. Bukhari dan Muslim).

Status kepunahan shalat sunnah di rumah adalah umum, baik nawaafil (doa rawatib) dan shalat sunnah lainnya. Namun, tidak semua shalat sunnah disarankan dilakukan di rumah. Ada sejumlah shalat sunnah yang direkomendasikan untuk dilakukan di masjid demi beasiswa Islam, termasuk Idul Fitri, Idul Adha, Doa Eclipse, dan Doa Istisqa.

Ungkapan "jangan membuat rumahmu seperti kuburan" adalah contoh rumah yang kering dari doa, bahkan penghuni rumah tidak pernah melakukan shalat sunnah. Ibn Baththol di Syarah Al-Bukhari mengatakan bahwa contoh rumah tanpa sholat di dalamnya dengan kuburan adalah contoh cerdas yang tidak menunjukkan manfaat bagi rumah dan penghuninya. Umar bin Al-Khaththab pernah berkata,

"Berdoa untuk seseorang di rumahnya itu ringan, jadi hiasi rumahmu dengannya." (Syarh Al-Bukhari, Ibn Baththal)

Selain melakukan sholat di rumah, Nabi Muhammad SAW juga memerintahkan kami untuk menghias rumah dengan nyanyian ayat-ayat Al-Qur'an Suci. Karena membaca Alquran di rumah akan membuat rumah menyala tingkat cahaya sesuai dengan jumlah ayat yang dibacakan.

Semakin banyak ayat, semakin terang cahaya rumah, sehingga menyita perhatian penghuni langit untuk terus melihatnya dengan pandangan rahmat, permintaan pengampunan, dan berkat bagi penghuninya.

Jumlah rumah di bumi ini sangat besar, bahkan mencapai jutaan unit, tetapi rumah yang terlihat cerah oleh penghuni langit sangat sedikit, seperti bintang-bintang di langit yang miliaran, tetapi bintang-bintang yang dilihat oleh bumi & # 39 Penduduk hanyalah bintang yang bisa memantulkan sinar matahari. Oleh karena itu, perintah untuk membaca Alquran di rumah bertujuan agar rumah selalu mendapatkan cahaya Alquran, sehingga selalu dipandang oleh orang-orang surga dengan pemandangan penuh cinta, rahmat, dan berkat. Dari Ayesha RA, Rasulullah SAW berkata,

"Memang, rumah yang dibacakan dalam Alquran, rumah itu akan dilihat oleh penghuni langit seperti yang terlihat oleh bintang-bintang penghuni bumi," (HR. Ahmad).

Ibadah di Rumah Saat Covid 19

Dalam hadits di atas ditekankan bahwa menjadikan rumah sebagai tempat ibadah adalah sunnah. Dalam kondisi pandemi Covid 19, konsep ibadah memiliki tujuan tambahan untuk mematahkan penyebaran Covid 19 dengan menghindari kontak fisik dan kerumunan massa.

Oleh karena itu, praktik ibadah di tengah-tengah pandemi Covid 19 dipusatkan di rumah untuk melindungi keselamatan jiwa seseorang dan jiwa orang lain karena menolak mafsadat lebih diutamakan daripada menguntungkan.

Dalam konteks pengaturan ibadah selama Covid 19, Menteri Agama Indonesia telah mengeluarkan Surat Edaran tentang Panduan untuk Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H di tengah-tengah wabah Covid 19. Secara umum, Circular berisi seruan kepada umat Islam Indonesia untuk jadikan rumah ini pusat ibadah selama pandemi Covid 19 seperti shalat Tarawih, tadarus Al Qur & # 39; an, dan buka puasa diadakan bersama anggota keluarga inti di rumah.

Demikian juga, Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa No. 14 tahun 2020 yang berisi seruan kepada umat Islam di daerah-daerah dengan potensi tinggi untuk menyebarkan virus untuk sementara waktu menghindari kerumunan, dan diizinkan untuk meninggalkan layanan shalat Jumat dan menggantinya dengan shalat tengah hari di rumah masing-masing.

Dalam kondisi wabah, umat Islam beribadah di rumah meski menyadari pentingnya ibadah di masjid. Tidak hanya ibadah sunnah, sholat harus dilakukan di rumah dengan tujuan melaksanakan sunnah pada saat wabah. Demikian juga, metode propaganda atau pembacaan dari tatap muka di majelis taklim, masjid, dan mushalla pindah ke rumah melalui sarana teleconference / konferensi video.

Kearifan epidemi Covid 19 adalah memperkuat ketahanan keluarga dan kekuatan ibadat dari rumah. Ini adalah momentum bagi kita untuk berperang melawan Covid 19 bersama-sama dengan menyembah dan memuji Allah SWT dari rumah.

Demikian semoga bermanfaat. Mari bersatu melawan korona.

Sumber: Kementerian Agama

__Terbit pada
29 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *