HRS Izinkan Sholat Jumat di Jemaah, Ini adalah 10 Persyaratan


Viralmedia.Fun – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab kembali mengeluarkan instruksi bagi umat Islam untuk terus mengadakan sholat Jumat dengan ketentuan tertentu sesuai dengan aturan menjaga jarak aman atau menjaga jarak fisik di masjid. Namun ada 10 syarat yang harus dipenuhi.

Dalam poster yang diperoleh Suara.com dari Front Pembela Islam (FPI) Jaksa Aziz Yanuar, Senin (20/4/2020), Rizieq mengatakan jika aktivitas kerja masih bisa dilakukan, mengapa masjid harus ditutup.

"Jika ketika wabah ternyata pabrik masih bekerja dan terminal stasiun masih terbuka, armada KRL dan bus akan terus beroperasi, dan rapat pleno DPR RI akan terus diadakan dan siaran pers resmi dengan wartawan akan terus berlanjut. diadakan dengan dalih bahwa ada aturan tentang menjaga jarak, maka shalat Jumat lebih penting untuk dilaksanakan dengan aturan menjaga jarak, "kata Rizieq.

Rizieq mengatakan bahwa di zona hijau di mana tidak ada kasus virus korona, masih wajib untuk mendirikan Shalat Jumat di Masjid, sementara mereka yang di zona merah dapat dilakukan dari rumah sesuai dengan fatwa Dewan Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah.

Namun, menurut dia, bagi orang-orang yang berada di zona merah dan bersikeras ingin melanjutkan shalat Jumat di masjid untuk alasan yang kuat dan meyakinkan itu tidak boleh dilarang atau dicegah.

"Tapi itu diarahkan pada kondisi menjaga jarak fisik dan jarak sosial (jarak fisik dan jarak sosial) sesuai dengan peraturan medis melalui prosedur khusus dengan batasan super ketat," katanya.

Pembatasan super ketat termasuk:


  1. Buka semua pintu masjid / musholla / majelis di sekitar komunitas untuk Sholat Jumat sehingga para peziarah terbagi dan tidak terkonsentrasi di satu tempat.
  2. Jemaat hanya bisa dewasa, penduduk setempat, dan sehat. Warga di luar lingkungan, orang sakit, anak-anak atau mereka yang suhu tubuh di atas 37 derajat Celcius tidak boleh, masjid harus menyediakan alat pengukur suhu tubuh.
  3. Jumlah jamaah harus dibatasi minimal 40 orang yang memenuhi persyaratan Jumat, batas maksimum tergantung pada batas aman maksimum kapasitas masjid. Waktu harus dibatasi, karena terlambat mungkin tidak masuk dan ketika selesai segera pulang ke rumah secara teratur dan teratur.
  4. Menyediakan stan disinfektan di depan gerbang masjid sehingga setiap jamaah yang masuk disterilkan menggunakan bahan suci dan aman untuk tubuh manusia.
  5. Menyediakan sabun dan pembersih tangan dari bahan-bahan suci dan aman untuk para penyembah.
  6. Gulung semua karpet masjid sehingga tidak digunakan, bersihkan seluruh lantai dan dinding dan pilar masjid, juga toilet dan wudhu dan tempat-tempat lain sebelum dan sesudah shalat Jumat.
  7. Jemaah harus melakukan wudhu di rumah masing-masing dan mengenakan topeng, membawa ziarah mereka sendiri, membuat jarak sholat sesuai aturan medis, menghindari salam di antara jamaah, setelah sholat jumat, dzikir, sholat pendek segera bubar secara tertib.
  8. Jangan lupa keluar-masuk rumah dan masjid harus sholat seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad, gandakan pengampunan dan sholat dan sedekah, lalu berlindung dan percaya pada Allah SWT.
  9. Minta bantuan dari TNI-Polri dan organisasi Islam untuk menjaga masjid dan menertibkan gereja selama sholat Jum'at.
  10. Semua langkah di atas dikoordinasikan dan diimplementasikan bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Rizieq menegaskan bahwa jika masjid dan jamaah tidak mampu melaksanakan sepuluh langkah maka tidak ditentukan untuk mengadakan Shalat Jumat. (Suaracom / artikelasli)

__Terbit pada
21 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *