Hidayat Nur Wahid Dorong Kementerian Agama Tetap Bantu Mahasiswa UKT | Viralmedia.Fun

title=HNW/
Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid.

Jakarta, Viralmedia.Fun – Anggota Komisi VIII DPR Hidayat Nur Wahid menyesalkan pembatalan diskon Single Tuition (UKT) untuk siswa di Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTKIN), yang telah diedarkan oleh Kementerian Agama.

Politisi PKS ini menekankan bahwa pembatalan kebijakan itu meresahkan bagi siswa dan langkah mundur yang tidak terlarut sebagai kontribusi untuk mengatasi dampak Covid-19.

"Memang, Pemerintah membuat pemotongan anggaran, termasuk di Kementerian Agama, sebagai upaya untuk mengatasi Covid-19, tetapi jangan biarkan itu bahkan menambah beban mereka yang terkena dampak Covid-19, seperti di kalangan pelajar dan wali mereka, "Kata Hidayat dalam keterangannya di Jakarta (30/4).

HIdayat, yang juga Wakil Ketua Fraksi PKS PKRRI, juga menjelaskan bahwa pemotongan anggaran Departemen Agama oleh Kementerian Keuangan sebesar Rp 2,6 triliun seharusnya tidak menjadi alasan untuk membatalkan diskon UKT untuk siswa PTKIN.

"Kementerian Agama perlu kreatif dalam mengantisipasi hal ini. Termasuk memaksimalkan pos anggaran Dana Abadi Pendidikan yang bisa dimanfaatkan Kementerian Agama, untuk membantu siswa di lembaga pendidikan agama," jelasnya.

Menurut Hidayat, ia telah menyampaikan ini langsung ke Kementerian Agama pada Rapat Komisi VIII sebelumnya, sehingga kegiatan pendidikan tidak berhenti, dan siswa termasuk siswa tidak menjadi korban berikutnya.

"Terutama jika karena alasan mengatasi Covid-19, akademisi PTKIN harus diperkuat untuk dapat memainkan peran dalam pengembangan penelitian Islam, seperti yang diturunkan oleh Ibnu Sina untuk menghadirkan ilmuwan Muslim terkemuka, untuk berkontribusi untuk mengatasi Covid-19. Dan telah disepakati dalam pertemuan Komisi VIII dengan Kementerian Agama pada 8 April, "katanya.

Hidayat juga mengingatkan Kementerian Agama untuk terus mengakomodasi kebutuhan siswa guna memastikan keberlanjutan kegiatan pendidikan di lingkungan PTKIN secara kondusif.

Meskipun pemotongan UKT tidak sampai 10%, menurut dia, tetapi dengan jumlah yang berbeda, atau relaksasi pembayaran, masih akan sangat membantu bagi siswa, dan kondisi saat ini kondusif bagi mereka.

Tetapi bahkan jika UKT dipaksa untuk tetap normal, jelas HIdayat, Kementerian Agama harus memberikan solusi bantuan alternatif, dengan mengarahkan kampus sehingga UKT dialihkan untuk membebaskan siswa dalam kegiatan belajar mereka, baik dalam bentuk insentif bagi siswa , serta bantuan kredit seperti yang dilakukan beberapa PTN.

"Tetapi penting bahwa Kementerian Agama tetap berempati dengan kesulitan siswa sehingga Kementerian Agama mengarahkan setiap PTKIN untuk membuat kebijakan yang membantu siswa yang terkena dampak Covid-19, sesuai dengan kemampuan masing-masing PTKIN," pungkas Hidayat. (Fath)

__Terbit pada
30 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *