Harus baca! Tips Puasa Ramadhan Untuk Wanita Hamil | Viralmedia.Fun

title=Ibu
Wanita Hamil (Foto: Netralnews.com)

Viralmedia.Fun – Ustadz Abdul Somad (UAS) menjelaskan bahwa mengenai apakah wanita hamil (wanita hamil) puasa selama bulan Ramadhan ada dua sekolah yang berbeda.

Di Sekolah Hambali, wanita hamil dan menyusui yang sedang hamil dan menyusui mungkin tidak puasa Ramadhan dan mengganti puasa mereka di bulan berikutnya.

"Jika ada ulama yang berbicara, memberi ceramah, wanita hamil dan ibu menyusui, maka dia menggunakan Sekolah Hambali. Rata-rata ulama dari Arab Saudi seperti itu," kata Ustadz Abdul Somad melalui video Youtube.

Kemudian untuk Sekolah Syafi'i, ada dua penjelasan menurut Ustadz Abdul Somad. Jika ibu hamil memiliki masalah kesehatan ibu menurut dokter, ibu diperbolehkan tidak berpuasa di bulan Ramadhan dan melakukan qada.

Tetapi jika masalahnya terletak pada janin atau calon bayi, maka wanita hamil diperbolehkan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan dan melakukan qada dan membayar fidiyah.

"Tapi itu bukan Sekolah Syafi'i. Jika ibu tidak puasa karena dirinya sendiri, maka hanya qada. (Misalnya) ibu tidak puasa karena ibu lemah. Lalu qada. Tetapi jika dia tidak puasa puasa karena ada unsur anaknya. Ibu sehat tetapi anaknya sakit. Lalu dia mendapat dua, qada plus fidiyah, "katanya.

Jika memang wanita hamil diperbolehkan berpuasa, maka ia harus mengenali tubuhnya dan juga kesehatannya. Perhatikan asupan cairan dan jumlah makanan atau minuman manis sebelum ibu hamil puasa. Di antaranya dengan 5 tips berikut, dilaporkan dari nutriclub:

  • Pilih makanan yang mengandung cukup protein dan lemak, seperti daging dan telur. Kedua jenis nutrisi ini dapat bertahan lebih lama dalam pencernaan sehingga memperlambat rasa lapar di siang hari.
  • Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti nasi, paling baik dikonsumsi karena bisa membuat Anda kenyang lebih lama.
  • Untuk menjaga vitalitas tubuh, konsumsilah makanan yang kaya akan vitamin C seperti buah-buahan dan sayuran, serta makanan dengan kandungan seng tinggi seperti daging, ikan, dan susu. Ibu juga dapat mengambil suplemen vitamin untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi mereka selama puasa.
  • Hindari makanan manis saat subuh karena akan merangsang produksi hormon insulin untuk membakar gula darah. Akibatnya, kadar gula darah menurun, sehingga Anda merasa lemas dan cepat lapar.
  • Jangan lupa minum banyak air sehingga Anda tidak mengalami dehidrasi

Bagi wanita yang sedang hamil sebenarnya diberi kelegaan karena tidak puasa atau membatalkan puasa dan menggantinya di hari lain. Namun, jika Anda tetap ingin berpuasa, karena Anda merasa mampu, ada hal-hal penting yang harus dilakukan agar kehamilan tidak terganggu.

Saat Puasa

Kurangi aktivitas fisik jika Anda menghabiskan banyak energi, misalnya berjalan jauh. Merasa lemah saat puasa adalah hal yang wajar. Jadi jika memungkinkan, sediakan lebih banyak waktu untuk istirahat. Batalkan puasa segera jika Anda mengalami:

  • Muntah lebih dari tiga kali dapat menyebabkan dehidrasi.
  • Diare diikuti oleh mulas.
  • Mimisan disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah, yang menandakan kondisi tubuh Anda tidak stabil.
  • Pincang dan pusing diikuti oleh mata pusing. Ini adalah tanda timbulnya hipoglikemia, suatu kondisi di mana kadar gula terlalu rendah.
  • Keringat berlebihan, terutama keringat dingin. Ini menunjukkan bahwa kondisi fisik Anda tidak lagi cukup kuat untuk berpuasa.

Saat Berbuka Puasa

  • Seperti kebanyakan orang yang berbuka puasa, mulailah dengan makanan dan minuman manis, seperti kurma dan kolak, untuk meningkatkan kadar gula darah.
  • Hindari berbuka puasa dengan minuman dingin karena dapat mengurangi kerja perut.
  • Untuk makan malam, Anda bisa makan porsi yang lebih besar, tetapi tidak berlebihan. Selain itu, konsumsi air yang cukup untuk mempertahankan volume darah, mengatur suhu tubuh, memfasilitasi transportasi oksigen dan nutrisi, dan mencegah sembelit.
  • Wanita hamil tidak disarankan berpuasa jika Anda mengalami kondisi seperti diabetes, hipertensi, perdarahan, dehidrasi, gangguan sistem pencernaan seperti gastritis, dan juga saat melahirkan.

__Terbit pada
28 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *