Hari Pertama PSBB, Inspeksi Kendaraan Dilakukan di Titik Pemeriksaan Kopo Underpass

"Pada titik pemeriksaan ini, petugas juga akan memeriksa suhu tubuh dan kelengkapan identitas pengguna jalan dan ditanya apa kebutuhan mereka. Selain itu, setiap warga negara diharuskan memakai topeng dan pengendara sepeda motor diharuskan memakai sarung tangan," Kompol Kata Agus Wahidin.

| BANDUNG – Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) sebagian mulai berlaku di tujuh kabupaten di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/4/2020).

Ada 17 titik pemeriksaan yang tersebar di tujuh Kabupaten, salah satunya adalah di underpass Kopo atau perbatasan Kabupaten Bandung dan Kota Bandung.

Kapolres Margahayu, Komisaris Besar Agus Wahidin mengatakan, dalam pelaksanaan PSBB ini, pihaknya melakukan pemeriksaan dengan kanalisasi berbagai jenis kendaraan yang melintas.

"Pada titik pemeriksaan ini, petugas juga akan memeriksa suhu tubuh dan kelengkapan identitas pengguna jalan dan ditanya apa kebutuhan mereka. Selain itu, setiap warga negara diharuskan mengenakan topeng dan khususnya pengendara sepeda motor diharuskan memakai sarung tangan, "Kompol Agus Wahidin mengatakan di lokasi check point, Rabu (22/4/2020).

Selain anggota polisi, yang menjaga pos pemeriksaan ada juga petugas TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. Mereka bertugas memeriksa semua kendaraan yang lewat, baik kendaraan pribadi maupun umum.

"Setiap kendaraan yang melintas harus menerapkan jarak fisik. Penumpang akan diperiksa, dan jika ada indikasi penyakit, tim medis akan segera dievakuasi ke tempat yang disediakan," jelas Agus.

Agus mengimbau agar semua orang bisa disiplin selama PSBB ini. Karena, tanpa disiplin masyarakat, PSBB ini tidak akan berhasil. Karena itu, ia memastikan akan ada sanksi bagi setiap pelanggar, meski sejauh ini masih dalam bentuk teguran.

"Ada sanksi yang mengajukan banding dan teguran. Akan ada surat teguran dari Satlantas Polresta Bandung," tegasnya.

Sementara itu seorang pengendara sepeda motor, Lalan Tarlan (33) yang diberhentikan oleh polisi, mengatakan telah mendengar berita terkait PSBB ini. Tetapi dia mengaku tidak tahu kapan saja akan ada inspeksi.

"Saya pergi ke Bandung setiap hari, karena saya bekerja di sana. Itu adalah cek aman, baik surat-surat kendaraan dan surat tugas dari kantor," kata Lalan,

Lalan berharap agar sosialisasi terkait implementasi kebijakan pemerintah ini lebih merata sehingga masyarakat tidak bingung ketika harus melakukan kegiatan di luar rumah di tengah pandemi virus korona.

"Ya, sosialisasi harus ditingkatkan, kan? Tidak semua orang bekerja di rumah. Jadi jika Anda harus bepergian jangan bingung jika Anda sudah tahu aturan yang ditegakkan," katanya. ***

Editor: Muhammad Zein

__Terbit pada
22 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *