Glenn Fredly dan Line of Music Achievements – Overseas News

title=Screenshot_20200409-113321_Chrome/

Glenn Fredly bukan nama asing di kancah musik Indonesia. Dia dikenal melalui lagu-lagu cintanya, dan tentu saja prestasinya di negara ini dan internasional.

Diskografi Glenn dilaporkan dari beberapa sumber, dimulai dengan album penuh pertamanya yang berjudul "Glenn" yang dirilis pada tahun 1998.

Melalui album itu, lagu-lagu seperti "You" dan "Enough Enough" sepertinya menjadi angin segar bagi para pecinta musik Indonesia.

Glenn kemudian melebarkan sayapnya di kancah musik country dengan merilis kembali album keduanya, "Back" (2000) dengan lagu-lagu populer seperti "Love White" dan "Rame-Rame".

Melalui album ini, Glenn memenangkan dua penghargaan bergengsi di Indonesian Music Awards (AMI Awards) 2001, yaitu Best Urban Production Work dan Best Solo R&B Male Artist.

Glenn kembali memenangkan sejumlah penghargaan dari acara musik terbesar di Indonesia selama tiga tahun berturut-turut mulai tahun 2004-2006.

Pada tahun 2004, melalui lagu "Balas ke Lie" yang dipopulerkan oleh Audy Item, ia bergabung untuk mendapatkan kredit di AMI Awards Best Pop Song award.

Dia kemudian menjadi Artis Solo Pop Male Terbaik AMI pada tahun 2005.

Dan pada tahun 2006 memenangkan gelar Karya Produksi Jazz Terbaik melalui "Tega", serta Karya Produksi Lagu Bahasa Asing Terbaik dan Tim Produksi Suara Terbaik untuk karya "When I Fall in Love".

Pada akhir 2010-an, Glenn memenangkan penghargaan lain dari Penghargaan AMI 2019 untuk Karya Produksi Kolaboratif Terbaik dan Karya Produksi Terbaik untuk lagu kolaborasinya dengan Yovie Widianto dan Tulus, "Adu Rayu".

Glenn juga memenangkan Piala Maya untuk Lagu Tema Pilihan dalam dua tahun, yaitu 2014 melalui "Back to the Beginning" dan 2020 dengan "Light from the East".

Dari luar negeri, ia juga memenangkan Penghargaan Industri Musik Malaysia untuk Kategori Album Indonesia Terbaik 2000 dan Lagu Terbaik Pendengar di Planet Music Award, Singapura, pada tahun yang sama.

Glenn Fredly Deviano Latuihamallo meninggal pada Rabu malam pada usia 44 tahun, di sebuah rumah sakit di Jakarta Selatan.

__Terbit pada
9 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *