FRIDAY BAROKAH: Wabah Corona, ‘Mari kita berlipat ganda berkah

Syekh Ahmad Al Banna As Sa'ati berkata, "Sesungguhnya, Allah telah memenuhi tujuannya, jadi dia selamat dari ujian dan fitnah dunia." (Fath Ar Rabbani (3/1313)


Banyak Sedekah Memberi Ketika Wabah Besar dan Bencana Terjadi

Ibn Abi Hajlah menyebutkan bahwa seorang yang saleh menyampaikan bahwa ia memiliki banyak doa kepada Nabi Muhammad Sallallaahu Alahi Wasallam untuk menjadi penangkal terbesar terhadap wabah penyakit dan bencana besar lainnya. Dan ketika dia menyampaikan hal ini kepada Sheikh Syamsuddin Ibn Khatib di Yabrud, dia mengkonfirmasi bahwa, di mana dia menjadikan Hadits Ubay Ka di atas sebagai argumen. (Badzl Al Ma'un, hal. 333)

Dia juga mendalilkan kisah tentang pencuri unta yang selamat karena doa hariannya seratus kali. Dan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam berkata, "Anda diselamatkan dari adzab dunia dan akhirat." (HR. Ibn Basykuwal, dan As Sakhawi berkata, "Diceritakan Ibn Basykuwal tanpa sanad." Lihat Al Qaul Al Badi & # 39 ;, p. 240)

Tentunya berkah dari Allah adalah rahmat, sedangkan wabah tha`un meskipun ia adalah martir dan rahmat bagi umat, tetapi pada awalnya adalah kejahatan dan adzab, sedangkan rahmat dan adzab adalah dua hal yang saling bertentangan dan tidak akan bertemu. (Al Qaul Al Badi`, hlm. 221)

Teorema lain, karena orang yang memiliki berkat terbanyak di dunia adalah orang yang paling diselamatkan dari kengerian Hari Pembalasan. Maka berkah sebagai penangkal tha`un di dunia lebih penting. . (Al Qaul Al Badi`, hlm. 221)

Itu karena juga bahwa Madinah bebas dari tha'un dan Dajjal, karena berkah dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, maka berkah juga merupakan jalur kehidupan dari wabah tha'un. . (Al Qaul Al Badi`, hlm. 221)

Menangkal Bala` dengan Doa dan Iman di Takdir

Al Hafidz Ibn Hajar mengatakan, "Untuk menangkal bala bantuan dengan sholat sama seperti menangkis panah dengan perisai. Dan itu bukan persyaratan iman dalam qadha` dan qadar dengan tidak membawa panah dan tidak melindungi dengan perisai." (Badzl Al Ma'un , hlm. 322). ***

Artikel ini dikutip dari Hidayatullah.com, Jumat (17/4/2020)

Editor: denkur

__Terbit pada
17 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *