Fakta Billboard Viral Larangan Mengunjungi Istri Muda Mencegah Corona di Pasuruan

Viralmedia.Fun – Di tengah pencegahan dan kewaspadaan penyebaran virus Corona, papan reklame di salah satu desa di Kabupaten Pasuruan menarik perhatian. Larangan papan iklan saat masuk ke desa berisi kalimat-kalimat lucu dan lucu.

Sepintas tidak ada yang aneh dengan papan iklan sosialisasi pencegahan virus Corona warna hijau. Namun ketika diamati, ada beberapa kalimat yang membuat pembaca tersenyum.

Papan iklan berisi larangan 7 kelompok orang memasuki desa, termasuk pengamen, pengemis, penagih utang, dan titil bank. Kelompok ke-7 yang dilarang memasuki desa agak eksentrik, yaitu mereka yang berniat mengunjungi istri muda & # 39 ;.


Foto-foto Billboard diunggah ke Facebook dan diedarkan secara luas di aplikasi percakapan. Berdasarkan unggahan yang dilihat oleh AFP, papan iklan dipasang di depan balai desa. Dari tulisannya, papan reklame tersebut berada di Desa Sapulant

Penjabat Kepala Sub-Distrik Pasrepan, Rokhman, membenarkan bahwa papan reklame itu berada di Desa Sapulante. Baliho dibuat secara spontan oleh anak muda desa.

"Ya, kepala desa tidak tahu apakah ada tulisan aneh. Kepala desa juga terkejut ketika diberitahu. Yang untuk orang muda," kata Rokhman kepada AFP.

Rokhman mengatakan ungkapan aneh & # 39; mengunjungi istri muda & # 39; bukan tanpa tujuan. Menyelidiki kalibrasi, terinspirasi oleh acara di daerah tetangga, tepatnya Kota Pasuruan.

"Karena situasi kemarin, ada banyak berita bahwa di Kota Pasuruan, orang pertama yang meninggal adalah orang dari Jakarta. Apa yang dilaporkan ke rumah seorang istri muda," jelas Rokhman.

Pada hari Jumat, 10 April 2020 diumumkan bahwa 1 pasien positif COVID-19 Kota Pasuruan telah meninggal. Pasien yang meninggal adalah seorang pria berusia 64 tahun dari DKI Jakarta yang memiliki seorang istri siri di Pasuruan.


"Anak-anak muda Desa Sapulante berharap bahwa insiden di kota tetangga tidak terjadi di desa mereka," tambahnya.

Sekarang, papan reklame telah diturunkan. Karena, kalimat di papan reklame yang menyinggung & # 39; istri muda & # 39; memang tidak pantas. Kalimat itu, kata Rokhman, bisa disalahpahami.


Inilah Alasan Di Balik Membuat Billboard Larangan Mengunjungi Istri Muda Saat Corona
"Baliho telah diturunkan," katanya.

Meskipun papan reklame diturunkan, sistem pencegahan virus Corona di desa ini masih berjalan. Gugus tugas COVID-19 tingkat desa secara rutin menyemprotkan desinfektan dan melaksanakan batas-batas desa.

"Beberapa warga dari luar kota yang telah pulang disambut di perbatasan desa. Mereka kemudian diarahkan ke puskesmas untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Setelah itu, diminta isolasi," kata Rokhman. (Detik.com)

__Terbit pada
28 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *