Eredivisie Pasti Menghentikan Musim 2019/20 Tanpa Juara dan Degradasi

The Centre HotelPandemi Covid-19 terus berdampak besar pada aspek kehidupan di berbagai negara. Kebijakan penguncian dan perlunya menjaga jarak dengan mengurangi aktivitas membuat berbagai kompetisi sepak bola tidak dapat berlangsung dengan penundaan hingga waktu yang tidak ditentukan. Kemungkinan untuk melanjutkan kompetisi tergantung pada kondisi di masing-masing negara.

Belanda menjadi salah satu negara yang tidak bisa menjalani kompetisi sepakbola. Mark Rutte sebagai Perdana Menteri negara tersebut telah mengumumkan bahwa kegiatan publik tidak dapat berlangsung hingga setidaknya 1 September, dengan atau tanpa audiensi. Situasi ini memastikan bahwa Eredivisie dan kompetisi lainnya di negara ini tidak dapat menyelesaikan sisa musim 2019/20.

"Berdasarkan situasi saat ini mencari solusi untuk menyelesaikan sisa musim 2019/20 dan menentukan juara tidak dapat dilakukan karena masih ada banyak pertandingan yang tersisa," kata pernyataan dari Eredivisie yang dikutip oleh Guardian.

Ajax, yang berada di puncak klasemen, tidak dapat memenangkan gelar. Tim Erik ten Hag akan mendapatkan satu tiket ke fase grup Liga Champions, dengan keunggulan selisih gol atas AZ Alkmaar. Kondisi ini juga menimbulkan masalah terkait kualifikasi, mengingat AZ harus melalui tahap kualifikasi, sementara mereka mendapat dua kemenangan atas Ajax.

Masalah juga terjadi karena tiket kualifikasi Liga Eropa yang diperoleh oleh Willem II. Utrecht tidak menerima keputusan itu karena mereka lolos ke final Piala KNVB, yang juga dibatalkan, dan masih memiliki satu pertandingan lebih rendah dari Willem II. Utrecht akan mengajukan klaim karena keputusan ini.

Sementara Cambuur dan De Graafschap adalah dua klub yang dirugikan karena dipastikan tidak bisa mendapatkan tiket promosi ke divisi teratas musim depan. Gugatan ini juga berpotensi untuk diajukan ke KNVB (Asosiasi Sepak Bola Belanda) karena proses pemungutan suara yang dilakukan tanpa memberikan kejelasan mengenai klub-klub yang abstain untuk memberikan suara mereka mengenai keputusan promosi dan degradasi, mengingat ada sembilan klub yang melakukannya.

__Terbit pada
25 April 2020
__Kategori
Berita, Olahraga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *