Ekonomi Indonesia Di Bawah Ancaman Resesi, Sri Mulyani: Kami Berusaha Tidak Untuk Terjadi

Ekonomi

* Sri Mulyani. (Foto: Dokumen Kementerian Keuangan)

Jakarta, Viralmedia.Fun – Pemerintah dapat menghadapi ancaman resesi ekonomi jika pandemi Covid-19 berlangsung lama di Indonesia. Dalam skenario terburuk yang disiapkan oleh pemerintah, pertumbuhan negatif produk domestik bruto nasional (PDB) dapat terjadi secara berurutan di kuartal kedua dan ketiga tahun ini.

Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah terus berupaya agar resesi ekonomi tidak terjadi.

"Jika kita berada dalam kondisi yang sangat berat, kemungkinan akan ada resesi di mana dua kuartal berturut-turut PDB Indonesia bisa negatif. Inilah yang kami coba cegah," Sri Mulyani menjelaskan setelah menghadiri pertemuan terbatas dengan Presiden Jokowi, Selasa (14/4).

Meskipun skenario terburuk telah disiapkan, Sri mengatakan, pemerintah melakukan segala daya untuk menghindari resesi. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2020 pasti akan tergantung pada jejak penanganan Covid-19.

Perlambatan ekonomi diperkirakan akan paling terasa di kuartal kedua dan ketiga tahun 2020. Pada kuartal kedua misalnya, ekonomi nasional diperkirakan tumbuh mendekati nol pada 0,3 persen atau terburuk, minus 2,6 persen.

Sementara kuartal ketiga diprediksi akan menjadi pemulihan sehingga pertumbuhan ekonomi mulai bergerak pada 1,5 persen menjadi 2,8 persen.

"Memang sangat sulit, tetapi kami menghadapi kondisi luar biasa dan kami berusaha mengatasinya," kata Sri.

Mengantisipasi hal ini, pemerintah akan memprioritaskan pengeluaran negara untuk tiga sektor, yaitu kesehatan untuk penanganan Covid-19, jaring pengaman sosial, dan dukungan bagi para wirausahawan termasuk UMKM.

"Mulai dari sektor informasi, sektor UMKM, dengan dunia bisnis. Karena ini akan berdampak pada PHK dan dampak sosial lainnya," kata Sri. (Albar)

__Terbit pada
14 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *