Dugaan Kasus Korupsi APBDesa Lamatti Riawang Sinjai Memiliki Status P.21

Sinjai, ViralMedia.Fun.com – Selasa (28/4/2020) sekitar pukul 13.00, Kapolres Sinjai Ajun Komisaris Besar Iwan Irmawan, S.Ik., M.Si didampingi oleh Unit Investigasi Kriminal Sinjai Sinjai Akp Noorman Haryanto, S.Ik merilis dugaan UU Tindak Pidana Korupsi APBDesa Lamatti Riawang, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai.

Kepala Kepolisian Sinjai mengungkapkan bahwa dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran Desa Lamatti Riawang, Kabupaten Bulupoddo, Kabupaten Sinjai diduga dilakukan oleh tersangka MA Als AF, (47) sebagai kepala desa Lamatti riawang yang terjadi pada tahun TA. 2017 dan 2018.

"Saat ini kasus telah dinyatakan selesai oleh jaksa penuntut umum (P.21) dan tersangka serta barang bukti akan diserahkan kepada jaksa hari ini (28/4/2020)," kata AKBP Iwan Irmawan.

Lebih lanjut, Kapolres Sinjai menjelaskan bahwa modus operandi menyalahgunakan wewenang dengan mengambil alih tugas bendahara menyimpan, membelanjakan, dan membayar bahan bangunan / bahan bangunan di toko pasokan bahan bangunan dan membayar upah dan upah pekerja atas kegiatan tim pelaksana (TPK) dengan membuat RAB 2017, menetapkan spesifikasi teknis sendiri untuk berbelanja, selain menjadi tersangka. MA dalam manajemen anggaran melakukan Mark Up dengan pengeluaran untuk bahan bangunan yang nilainya lebih rendah dari nilai RAB tetapi dalam laporan pertanggungjawaban masih disesuaikan dengan RAB.

Berdasarkan laporan audit BPKP tentang perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan tentang pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDesa), ada kerugian keuangan negara pada tahun 2017 sebesar Rp. 226.827.833,33, – (dua ratus dua puluh enam juta, delapan ratus dua puluh tujuh ribu, delapan ratus tiga puluh tiga koma tiga puluh tiga rupiah). Dan untuk 2018 Rp. 211.887.508.75- (dua ratus sebelas juta delapan ratus delapan puluh tujuh ribu lima ratus delapan koma tujuh lima rupiah). dengan total kerugian sebelas Rp. 438.715.342,08- (empat ratus tiga puluh delapan juta, tujuh ratus lima belas ribu, tiga ratus empat puluh dua koma nol delapan rupiah).

Dalam dugaan kasus korupsi, penyitaan barang bukti dilakukan dalam bentuk laporan pertanggungjawaban (LPJ) dan dokumen pengelolaan anggaran TA Lamatti Riawang. 2017 dan 2018, untuk tindakan yang diduga dilakukan oleh tersangka pria. MA, didakwa dengan pasal 2 UU RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ayat 3 UU RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 1999 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi.

Siaran Pers dengan cara live streaming melalui media sosial dilakukan mengingat pandemi Covid-19 saat ini yang tidak mungkin dilakukan Siaran Pers dengan mengundang Media sebagaimana diarahkan dan diarahkan oleh pimpinan, Tutup Kepala Kepolisian Sinjai, di depan media . (A.Basri)

__Terbit pada
28 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *