Dipecat, Sitti Komisaris KPAI Meminta Kesalahan Saya Apa?



Viralmedia.Fun – Komisaris Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Sitti Hikmawatty, angkat bicara tentang keputusan Dewan Etika yang menyatakan ia bersalah melanggar kode etik. Sitti dinyatakan melanggar etika terkait pernyataannya tentang percampuran pria dan wanita di kolam renang yang bisa membuat kehamilan.

Sitti menyatakan, selama sesi etika, dia tidak diberi kesempatan untuk membela diri. Selain itu, kata Sitti, Dewan Etika juga mengabaikan permintaan maaf tentang apa yang dia katakan tentang kolam renang.

"Terstruktur, saya dikondisikan untuk tidak memiliki kesempatan untuk mengajukan pembelaan saya, selain pengakuan dan pengabaian atas permintaan maaf saya," kata Sitti dalam konferensi pers virtual, Sabtu (25/4).

Tidak hanya itu, Sitti juga tidak mengerti apa yang dia katakan tentang kolam renang di mana kategori kesalahan.

"Saya tidak mengerti, kesalahan apa yang saya buat? Saya juga menemukan sejumlah fakta bahwa kesalahan saya dijadikan komoditas oleh pihak-pihak tertentu, yang disambut oleh pimpinan KPAI," jelasnya.

Dia juga curiga bahwa dia berusaha untuk memecatnya dari posisi Komisaris KPAI sehubungan dengan advokasi dalam kampanye anti-tembakau.

"Kecurigaan ini terkait dengan peran saya dalam advokasi dan kampanye anti-tembakau. Ini didasarkan pada pola koneksi yang sama dalam memainkan buzzer, serta akun yang digunakan dalam gaya bahasa yang sama, meskipun kemudian akun tersebut dengan rapi kemudian diganti , "dia berkata.

Sebelumnya, Dewan Etika KPAI menyatakan bahwa Sitti melanggar etika terkait dengan pernyataannya tentang pencampuran pria dan wanita di kolam renang yang dapat menyebabkan kehamilan. Dewan Etik kemudian memberikan dua rekomendasi kepada KPAI.

Pertama, Dewan Etika merekomendasikan agar KPAI meminta Sitti untuk secara sukarela mengundurkan diri dari jabatannya. Kedua, merekomendasikan KPAI untuk mengusulkan kepada Presiden Jokowi untuk tidak memecat Sitti secara terhormat sebagai Komisaris KPAI.

KPAI telah meminta Sitti untuk secara sukarela mengundurkan diri. Tetapi sampai batas waktu ditentukan, Sitti juga tidak menyerahkan surat mundur. Akibatnya, KPAI menulis kepada Presiden Jokowi melalui Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, sehingga Sitti diberhentikan tanpa rasa hormat. (koil com / articlature)
__Terbit pada
26 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *