Dihambat oleh Pembatasan Pademi Covid-19, Petani Sayuran di Cianjur Menjual Produk Pertanian Online

"Karena pembatasan di sejumlah daerah, terutama di zona merah Covid-19, seperti Jakarta dan Bogor, permintaan pasokan juga menurun. Untuk menyiasati distribusi, mereka (Petani) memanfaatkan sistem online," kata Yudi Suhartoyo.

Viralmedia.Fun | CIANJUR – Pandemi virus korona (Covid-19) yang terus menyebar menyebabkan pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan, termasuk pembatasan kegiatan perdagangan.

Untuk mengatasi pembatasan di tengah pandemi, petani sayur di Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengoptimalkan pemasaran online.

Camat Pacet, Yudi Suhartoyo, mengatakan sistem itu sudah siap dan beberapa petani atau pedagang sudah lama menerapkannya. Sejumlah petani sayuran di Pacet telah berhenti memasok ke kota-kota lain seperti biasa karena dampak Covid-19.

"Karena pembatasan di sejumlah daerah, terutama di zona merah Covid-19, seperti Jakarta dan Bogor, permintaan pasokan juga menurun. Untuk menyiasati distribusi, mereka (Petani) memanfaatkan sistem online," kata Yudi. wartawan, Rabu (15/4/2020).

Yudi menjelaskan, Pacet adalah salah satu penghasil sayuran andalan di Cianjur. Berkurangnya permintaan dari sejumlah kota tetangga, telah membuat pendapatan petani dan pedagang sayur menurun.

"Sistem online berlaku untuk skala lokal yang terjangkau di Cianjur. Pesanan akan dikirimkan nanti, sistem pengiriman pesanan. Dikirim ke daerah terdekat, kota dan sekitarnya," jelasnya.

Nantinya, lanjut Yudi, calon pembeli dapat menghubungi kontak yang tersedia dari sub-terminal agribisnis. Pesanan yang tiba satu hari sebelumnya, kemudian akan dikirimkan ke alamat pembeli dengan transfer pembayaran atau sistem pembayaran di tempat.

Selain memasok kebutuhan sehari-hari masyarakat, kata Yudi, produk pertanian di daerah Pacet juga didistribusikan kepada warga yang terkena dampak Covid-19. Menurutnya pihaknya telah didukung langsung oleh Dinas Sosial Kabupaten Cianjur dalam implementasinya.

"Jadi, data penerima dan sebagainya akan diperoleh dari Urusan Sosial. Kemudian kami akan menyiapkan segala kebutuhan bagi mereka yang membutuhkan," katanya.

Salah satu petani dan pedagang sayur, Elsa (40) mengklaim, keberadaan sistem online yang diterapkan oleh pihak terkait sangat membantu para petani. Alasannya, setelah lebih dari sebulan kondisi pasar tidak menentu karena pandemi korona, pendapatan petani menurun.

"Karena pemasaran terhambat, sulit untuk mendistribusikan produk pertanian. Untungnya, stasiun terminal agribisnis yang menyediakan layanan online dapat menjadi sarana penjualan hasil pertanian. Dengan begitu, produk pertanian masih dapat didistribusikan sehingga petani atau pedagang tidak bingung untuk memasarkan produk mereka, "kata Elsa. ***

Editor: Muhammad Zein

__Terbit pada
15 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *