Departemen Pertanian Menjamin Stok Makanan Aman Selama Ramadan 1441 H

Nasional – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian menjamin stok makanan selama Ramadhan di tengah pandemi COVID-19 yang aman dengan cadangan yang cukup untuk beberapa bulan ke depan.

Dalam teleconference bersama dengan Satuan Tugas untuk Percepatan Penanganan COVID-19, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan bahwa keseimbangan kebutuhan pangan baik dan terkontrol dengan baik.

"Dari neraca makanan nasional kita, sebenarnya kita memiliki neraca yang baik yang terkontrol dengan baik, cukup tersedia," kata Mentan Yasin dalam telekonferensi yang dipantau melalui Pusat Media untuk Satuan Tugas untuk Percepatan Penanganan COVID-19, Bencana Nasional Graha Badan Manajemen (BNPB) Jakarta, Minggu (Minggu) 26/4).

Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian menjamin solusi pangan masyarakat sehingga stok makanan tersedia untuk 267 juta penduduk Indonesia.

Saat ini, neraca makanan nasional memiliki surplus cadangan sekitar 3,5 juta ton. Sementara pada Februari hingga Mei sawah mampu menghasilkan 12,4 juta ton beras.

Jika stok ditambahkan di Badan Logistik (Bulog) dan di pabrik, akan ada total stok 15 juta ton beras.

Dalam hal ini, Kementerian Pertanian memiliki tiga pendekatan pilihan dalam skema pangan nasional yang optimis, moderat, dan pesimistis mengingat kondisi lahan yang dapat menghasilkan beras dan aspek distribusi kepada masyarakat.

Dari sisi optimis, katanya, ada 15 juta ton stok beras nasional dan 7,6 juta ton kebutuhan beras nasional pada periode Februari-Mei. Jika demikian, akan ada lebih dari 7 juta ton stok yang tersisa.

Sementara dengan pendekatan moderat, lanjutnya, dari 3,5 juta ton stok yang ada dan skema kemampuan produksi beras turun 4 persen dari 12,4 juta ton, hanya tinggal 11 juta ton. Sementara kebutuhan beras naik menjadi 7,6 juta hingga 7,9 juta ton, masih ada stok yang tersisa di kisaran 7 juta ton.

Kemudian melalui pendekatan pesimistis, kata Yasin, dengan stok 3,5 juta ton, produksi 11,2 juta ton sementara beras nasional membutuhkan 8,3 juta, sisa 6 juta ton stok akan tersedia hingga akhir Mei 2020.

"Maka bulan puasa dan Idul Fitri sudah aman terkendali. Kami sudah memvalidasi data ke daerah. Semoga Allah memberi, ada inayah sehingga data ini menjadi data objektif normatif," tutup Yasin.

__Terbit pada
26 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *