Dampak PSBB, Lalu Lintas di Jalan Nasional di Jawa Turun 68%

Dampak

* Penurunan lalu lintas di jalan nasional selama Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di Jawa bervariasi di berbagai daerah mulai dari 33% hingga 89% dengan rata-rata 68%. (Foto: Kementerian PUPR)

Jakarta, Viralmedia.Fun – Pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) dalam konteks percepatan penanganan Penyakit Virus Corona 2019 (Covid-19). Kebijakan ini dijalankan dengan prinsip utama untuk membatasi pergerakan dan membatasi interaksi orang.

Baca juga:

Perusahaan Peralatan Olahraga Menghentikan Produksi Karena Covid-19

Dampak Covid-19, Berbagai Industri Melakukan Penyesuaian Bisnis

Bupati Serang Mengundang Komunitas Bantuan Bersama untuk Membantu Para Korban yang Terkena Dampak Covid-19

Apa dampak CBDR terhadap lalu lintas di jalan nasional?

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus memantau dan mengevaluasi jalan nasional (jalan non tol) yang terkena dampak kebijakan PSBB, terutama di Jawa. Berdasarkan pemantauan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, telah terjadi penurunan lalu lintas di jalan nasional selama PSBB di Jawa bervariasi di berbagai daerah mulai dari 33% menjadi 89% dengan rata-rata 68%.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan layanan jalan tol dan non-tol terus beroperasi sebagai saluran logistik untuk pergerakan barang pokok / makanan, peralatan medis, serta layanan kesehatan / kendaraan medis. Selain itu, layanan tol juga diizinkan beroperasi untuk pergerakan orang dalam skala lokal atau wilayah Jabodetabek.

"Kami bersama-sama melaksanakan pesan Presiden Joko Widodo tentang pentingnya disiplin yang kuat bagi setiap warga negara dalam melaksanakan pekerjaan dari kebijakan rumah dalam upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, dan tidak pulang ke rumah untuk Lebaran pada tahun 2020, "kata Basuki dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/4/2020).

Dengan demikian, lanjutnya, lalu lintas di jalan tol dan jalan nasional diperkirakan akan semakin berkurang.

Di Jawa, ada sejumlah jalan nasional di dalam wilayah PSBB, yaitu di Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, dan Jawa Timur. Di Provinsi Banten, ada empat jalan nasional di wilayah PSBB, yaitu bagian Merak-Bts. Kota Cilegon dengan penurunan lalu lintas 47%, segmen Bts. Kota Cilegon-Bts. Kota Serang sebesar 55%, Bts. Kota Serang-Bts. Kota Tangerang 58%, dan Jalan Daan Mogot (Tangerang – Bts.DKI) 51%.

Selain itu, di Provinsi Jawa Barat juga terjadi penurunan rata-rata lalu lintas harian (LHR) di empat jalan nasional yaitu Jl. Soekarno Hatta (Bandung) sebesar 46%, bagian Bts. Kota Padalarang-Bts Kota Bandung sebesar 66%, bagian Lintas Tengah (Bts. Cileunyi-Nagreg City) sebesar 49%, dan segmen Lintas Utara (Bts.Kab Subang / Karawang-Bts.Kaman Pamanukan) sebesar 33%.

Sementara di Provinsi Jawa Tengah ada delapan jalan nasional yang memasuki wilayah PSBB dan mengalami penurunan lalu lintas, yaitu Losari Bts.Prov. Jawa Barat-Pejagan dengan penurunan 83%, Jalan Siliwangi (Semarang) sebesar 84%, Bts. Kota Rembang-Bulu (Bts. Prov Jawa Timur) sebesar 69%, Prupuk-Bts. Kabupaten. Tegal / Banyumas sebesar 79%, Karang Pucung-Wangon sebesar 80%, Simpang 3 Jeruk Legi-Bts. Kota Cilacap sebesar 88%, Bts. Kabupaten. Temanggung / Semarang-Bawen sebesar 67%, dan Kartosuro-Bts. Kota Surakarta sebesar 71%. Di persimpangan utama Jawa Tengah, penurunan volume kendaraan penumpang sangat signifikan dibandingkan dengan kendaraan angkutan. Penurunan kendaraan penumpang berkisar dari 75% hingga 89%.

Di wilayah DI Yogyakarta penurunan lalu lintas juga terjadi di lima jalan nasional yang memasuki wilayah PSBB yaitu Karang Nongko (BTS. Prov. Jawa Tengah) – Toyan sebesar 80%, Jalan Arteri Barat Daya (Yogyakarta) sebesar 60%, Jalan Ateri Utara (Yogyakarta) ) sebesar 60%, Bts. Kota Sleman-Bts Kota Yogyakarta sebesar 69%, dan Janti (Yogyakarta) -Pambambanan (Bts. Prov. Jawa Tengah) sebesar 76%.

Sedangkan di Provinsi Jawa Timur, ada lima jalan nasional yang termasuk dalam wilayah PSBB dan ada penurunan lalu lintas, yaitu Jalan Pattimura (Bangil) sebesar 78%, ruas Widang / Bdahan – Bts. Kota Lamongan sebesar 77%, Bts. Kota Nganjuk – Kertosono sebesar 89%, Bts. Kota Madiun – Bts. Kota Caruban adalah 84%, dan Bts. Kota Jombang – Bts. Kabupaten Mojokerto sebesar 80%. (arh)

__Terbit pada
29 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *