Dampak Pandemi Covid-19, Warga Menggadaikan Barang untuk Menghubungkan Kehidupan

"Sejak pandemi ini telah terjadi peningkatan yang signifikan. Karena, pandemi ini berdampak pada ekonomi masyarakat," kata Marketing Cabang Pegadaian Cianjur.

| CIANJUR – Pandemi Covid-19 yang terjadi berdampak pada semua sektor kehidupan masyarakat, terutama sektor ekonomi. Berbagai metode digunakan oleh masyarakat untuk dapat bertahan dan melanjutkan hidup mereka, termasuk dengan menggadaikan barang-barang pribadi untuk mendapatkan uang agar dapat menambal kebutuhan hidup.

Tidak hanya logam mulia atau emas yang laku digadaikan oleh masyarakat di Kantor Pegadaian Cianjur, Jawa Barat. Bahkan, barang elektronik seperti speaker dan video game juga digadaikan oleh masyarakat saat ini.

Pemasaran Cabang Pegadaian Cianjur, Tiram Nurhanif mengatakan, sejak pelanggan pandemi Covid-19 pelanggan Pegadaian meningkat. Bahkan setiap hari, setiap layanan pemasaran dapat melayani 60 pelanggan yang biasanya kurang dari 30 pelanggan.

"Sejak pandemi ini terjadi peningkatan yang signifikan. Karena, pandemi ini berdampak pada ekonomi masyarakat," kata Nurhanif kepada wartawan, Kamis (30/4/2020).

Menurutnya, janji itu memang menjanjikan emas untuk digadaikan. Apalagi kenaikan harga emas membuat nilai hipotek juga naik.

"Untuk emas karena dolar naik, sehingga nilai yang bisa didapat dari emas yang digadaikan juga lebih besar, sehingga sebagian besar adalah emas yang digadaikan," katanya.

Selain emas, lanjut Nurhanif, banyak pelanggan juga menggadaikan barang elektronik seperti TV, videogame, dan bahkan speaker. Kisaran nilai barang yang dijaminkan untuk barang elektronik mulai dari Rp 200 ribu.

"Elektronik memiliki nilai yang kecil, seperti juga speaker. Tetapi karena kondisi ini, kami menerima," katanya.

Bahkan, katanya, sejumlah peralatan rumah tangga masih termasuk dalam daftar barang yang diterima oleh pegadaian, kemungkinan banyak juga yang akan menggadaikan barang-barang tersebut.

"Seperti blender dan peralatan dapur lainnya bisa menjadi barang yang dapat digadaikan, tetapi sekarang ini zaman modern sehingga kami menghapusnya," katanya.

Untuk periode yang diambil untuk fase penukaran, Nurhanif mengatakan bahwa biasanya pelanggan mengambil cicilan tidak kurang dari 4 bulan sampai tahap pelunasan atau penukaran. ***

Editor: Muhammad Zein

__Terbit pada
30 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *