Dalam Alquran yang Membatalkan Puasa Disebut Hanya 3 Hal, Apa Itu? | Viralmedia.Fun

title=images

Jakarta, Viralmedia.Fun – Beberapa sarjana mengatakan bahwa membatalkan puasa jumlahnya sangat banyak. Misalnya Ulema As-Syafi'yyah juga menyebutkan masuknya benda ke dalam lubang hidung, telinga, lubang tempat kencing (ihlil), lubang di kelopak mata, lubang anal, dan lubang lainnya dapat membatalkan puasa.

Imam Nakhai, anggota Komisi Nasional untuk Perempuan yang juga seorang guru di Sekolah Tinggi Islam Salafiyah Syafi, Sukubjo, Jawa Timur, mengatakan bahwa sebenarnya mereka yang membatalkan puasa menurut Al-Qur & # 39; sebuah informasi (al-Baqarah: 187), ada tiga hal, yaitu:

1. Makan (dan sesuatu yang mirip dengan makan, seperti infus untuk tujuan memasukkan unsur makanan),

2. Minum (dan setara dengan minum), dan

3. Hubungan seksual (dan setara dengan hubungan seksual).

Menurutnya, tujuan utama puasa adalah "la & nbsp; allakum Tataqun" dengan memurnikan jiwa. Kesucian jiwa akan terwujud jika seseorang mampu mengekang dan mengatur "nafsunya". Dan Nafsu hanya memiliki dua pintu. Apa pun?

"Pertama adalah lubang mulut (syahwatul bathni), dan lubang kemaluan (syahwatul farji)," kata Imam Nakhai dalam artikel lepasnya.

Dia menjelaskan, menurut as-Syariah dalam Kitab Mizan Kubro, akar dan sumber dari semua hamba yang tidak bermoral kepada Allah mulai dari mulut, berlanjut ke alat kelamin dan berakhir dengan jiwa yang kotor. Jika mulut tidak makan dan minum, pasti tidak ada nafsu. Tidak ada nafsu, tidak ada amoralitas. Itulah alasan Syariah.

"Inti dari puasa adalah mengekang" nafsu ". Itulah sebabnya hal-hal yang menghambat upaya untuk mengekang nafsu dilarang dalam puasa dan membatalkannya. Nah, apa yang menghalangi upaya untuk mengekang nafsu adalah tiga hal di atas sebagaimana yang dinyatakan dengan jelas oleh Qur & # 39; an, "jelasnya.

"Selain ketiga hal di atas, seperti muntah, bekam, suntikan untuk perawatan, mencium istri atau suami, mimpi basah, berkumur berkumur, menghirup air ke hidung saat wudu, dan lain-lain yang bukan untuk tujuan mencengangkan, menyegarkan dan memuaskan nafsu, tidak membatalkan puasa. Insya Allah, "tambahnya. (Albar)

__Terbit pada
24 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *