#CreativeFromHome, Bagaimana Kementerian Pariwisata dan Pekerjaan Kreatif Memfasilitasi Film

title=IMG-20200416-WA0012/

JAKARTA, business tourism.co.id: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif akan terus memberikan bantuan kepada pekerja kreatif, terutama di bidang film untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas mereka di tengah pandemi COVID-19.

Direktur Industri Film Kreatif, Televisi dan Animasi di Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan Syaifullah saat diskusi virtual berjudul "1 Hari dari People Films" menjelaskan, salah satu bentuk dukungannya adalah dengan menyiapkan berbagai program yang dapat diikuti oleh pekerja kreatif film on line.

"Salah satu hal yang kami lakukan adalah membuat program #CreativeFromHome. Di mana pekerja kreatif film bisa mendapatkan informasi, inspirasi, dan mendapatkan sesi tanya jawab dengan pembicara ahli di bidangnya," kata Syaifullah.

Program tersebut, lanjut Syaifullah, memberikan tips kreatif dan tetap produktif di tengah kondisi seperti ini. Dia juga ingin membawa antusiasme bahwa sebagai orang kreatif akan selalu ada celah untuk tidak terseret ke dalam arus besar.

"Kita tahu sekarang adalah saat yang sulit, tetapi situasi ini seharusnya tidak membuat kita kehilangan harapan akan masa depan, terutama di industri film nasional. Sekarang ini bisa menjadi refleksi dari diri kita sendiri dalam rangka meningkatkan kapasitas, mencari inovasi baru sehingga kita dapat beradaptasi dengan situasi baru pasca-pandemi, "katanya.

Untuk pekerja harian yang mengandalkan pendapatan saat pembuatan film sedang berjalan, Kemenparekraf berkoordinasi dengan asosiasi terkait dan pihak terkait untuk mengumpulkan data tentang pekerja kreatif yang terkena dampak.

Kemenparekraf juga akan terus bekerja sama dengan asosiasi dan aktor film untuk bersama-sama mencari jalan terbaik di tengah wabah COVID-19.Sebelumnya telah mencatat 189.586 pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) dari 34 provinsi.

Mereka yang terkena dampak wabah pandemi COVID-19 telah diusulkan untuk menerima bantuan melalui program kartu pra-kerja. Di mana pekerja film salah satu yang direkam dan diusulkan untuk menerima kartu. "Bagaimana kami dapat membantu (setiap hari) pekerja film yang terpengaruh, kami juga memikirkan hal itu," kata Syaifullah.

Dalam diskusi virtual juga hadir sebagai pembicara tamu Direktur Film, Musik, dan Media Baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, dan perwakilan Dewi Umaya dari Badan Film Indonesia (BPI).

Dewi Umaya mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang mengumpulkan data dan mengumpulkan dana untuk dapat membantu kru film yang terkena dampak COVID-19 karena tidak adanya kegiatan pengambilan gambar saat ini.

"Kami mengumpulkan dana untuk membantu kru yang produksi filmnya dihentikan. Memang ada banyak film yang sedang dipersiapkan, tetapi dapat dihentikan mungkin kerugiannya tidak sebesar ketika kami mulai syuting. Ada 10 produksi film yang telah berhenti , tapi kami masih dalam tahap pengumpulan data dan masih dalam proses, "katanya.

__Terbit pada
15 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *