Covid-19 Memiliki Dampak Terberat pada Dunia Pariwisata

Covid-19

* Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: FB Jokowi)

Jakarta, Viralmedia.Fun – Pandemi virus Covid-19 telah mempengaruhi semua sektor di Indonesia. Salah satu yang paling terkena dampak adalah dunia pariwisata. Hotel, restoran, toko kerajinan, semuanya terkena dampak.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam status di akun Facebook-nya, Kamis (16/4/2020), mengatakan, bagi pekerja di sektor mitigasi perlu dilakukan langkah-langkah mitigasi secepatnya.

Pertama, program perlindungan sosial untuk mereka.

Kedua, realokasi anggaran di Kementerian Pariwisata untuk kegiatan-kegiatan seperti program padat karya, atau lainnya, untuk para pekerja ini.

Ketiga, stimulus ekonomi untuk bisnis di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Jokowi menekankan bahwa ini harus benar-benar dilakukan agar sektor pariwisata dapat bertahan dan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar.

"Saya yakin kelesuan sektor pariwisata akibat pandemi virus korona akan berlangsung hingga akhir tahun. Tahun depan, pasti akan ada booming pariwisata. Semua orang ingin keluar dan bepergian," kata Jokowi.

Pengamatan obsesi baru.com Jumat (17/4) pagi, status Jokowi menerima 61.989 suka, 4.216 komentar, dan telah dibagikan 2.126 kali.

Berikut ini adalah komentar dari beberapa warga.

Sagita: Benar, tuan
kami adalah penyedia layanan di bidang Pariwisata di Bali … sebenarnya sudah di bulan Februari merasakan dampak ini.
dan saat ini kami benar-benar menghentikan animasi.
dan semua pekerja dipaksa untuk pergi karena negara-negara lain tidak memberikan izin warganya untuk bepergian ke luar negara mereka
dan saya pikir, hampir semua pemilik hotel dipaksa untuk memecat karyawan mereka tanpa mendapat gaji!
bayangkan Pak, bagaimana dan di mana mereka akan terus hidup tanpa penghasilan ??

Eisyana: Jaga semangat Anda, Pak, apa pun yang terjadi, kami terus mendukung Anda demi Indonesia tercinta … Selalu sehat, Pak … GbU

Agus Darwiyanto: Kuncinya adalah untuk segera mengurangi angka kematian dengan hidup. LAKUKAN studi kasus di lapangan. Jangan mengandalkan penelitian dari negara lain sehingga tata kelola kita baik dan benar. Covid sulit untuk dilepaskan kecuali kita ingin meneliti dan membuat vaksin sendiri. Masalahnya adalah, kami tidak ingin meneliti itu? Jadi solusinya adalah kita membuat studi kasus sehingga mereka yang meninggal sedikit. Mereka yang sakit tidak jatuh ke tahap akhir. Jadi covid dapat diperlakukan sebagai penghalang jalan dan tidak dianggap sebagai momok seperti DBD di Indonesia. Karena tidak semua orang berpisah. Segera bungkus untuk studi kasus, di Jakarta, Anda tidak perlu area lain. Atas perintah Menteri Kesehatan. Bismillah pak. Saya yakin kita semua bisa. (arh)

__Terbit pada
16 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *