Covid-19, Antara Pengadilan dan Kebijaksanaan | Viralmedia.Fun

title=Tanah
Tersapak Covid-19, Pasar Tanah Abang sepi. (Foro: Edwin B / Viralmedia.Fun)

Viralmedia.Fun – Selain membuat khawatir dan takut, wabah virus Corona juga ternyata membawa banyak hikmah. Salah satunya, banyak orang berpikir dan merefleksikan pentingnya kehadiran Tuhan subhanahu wa ta & la sebagai Tuhan Yang Mahakuasa atas semua hal.

Wabah virus Corona (Covid-19) membuat orang sadar tidak sombong dengan teknologi yang dibangun atau diciptakan. Karena pencipta yang sebenarnya adalah Allah, Pencipta yang unggul yang tidak ada bandingannya.

Berikut ini adalah penulisan viral di media sosial, mengundang pembaca untuk berpikir dan merefleksikan kenyataan yang terjadi ketika Covid-19 menjadi ujian bagi manusia di seluruh dunia.

Meskipun konteksnya tidak lagi Sebuah pembaharuan, tetapi konten yang menginspirasi selalu terkait dengan kondisi saat ini:

Jika kebersihan benar-benar dapat mencegah Corona, mungkin Italia tidak terinfeksi 135.000 orang positif, karena Italia adalah salah satu negara terbersih di Eropa.

Jika memang panas, itu bisa membunuh Corona, mungkin Iran tidak memiliki 67.000 orang yang terkena, karena Iran adalah negara padang pasir yang panas.

Jika kehati-hatian dapat mencegah Corona, mungkin Pangeran Charles dan beberapa keluarga kerajaan Inggris tidak akan terkena Covid-19, karena hidupnya adalah yang paling berhati-hati dan terjaga.

Dan..

Jika memang orang yang acuh tak acuh dan ceroboh dalam gaya hidupnya pasti akan mendapatkan Corona, mungkin pengamen jalanan, kuli kasar dan pedagang pasar tradisional semuanya akan jatuh.

Mengapa demikian ..?

Mungkin jawabannya adalah karena hidup tidak selalu sejalan dengan teori, teknologi, dan akal manusia.

Banyak tenaga medis telah terpapar virus Corona. Apakah mereka tidak menggunakan APD dengan benar? Atau apakah mereka tidak berhati-hati dalam menjalankan profesinya? Belum tentu demikian halnya.

Lalu, apakah seseorang yang tampaknya begitu dekat dengan Tuhan dijamin tidak akan terpengaruh oleh Corona?

Tidak begitu. Karena sudah ada beberapa hamba Tuhan dan umatnya yang tertular virus ini dan bahkan meninggal dunia.

Menghadapi situasi seperti ini, Tuhan sepertinya ingin berbicara dengan kesombongan manusia, bahwa kita tanpa Tuhan benar-benar hanya setumpuk daging yang bernafas.

Karena itu jika Tuhan berkehendak, logika dan teknologi Anda tidak akan dapat melawan-Nya.

Lalu, siapa yang sakit? Bumi ini atau orang-orangnya?

Mendadak. Disney kehabisan keajaiban. Paris kehilangan asmara. Kota New York yang menyala-nyala akhirnya sepi sepi. Tembok Cina tidak lagi menjadi benteng yang kokoh, dan kerumunan orang Mekah tiba-tiba kosong.

Pelukan dan ciuman tiba-tiba menjadi senjata. Tidak mengunjungi orang tua dan teman adalah tindakan cinta.

Tiba-tiba kami menyadari bahwa kekuatan, kecantikan, dan uang tidak ada gunanya ketika kami tidak bisa mendapatkan ventilator yang diperlukan.

Bumi melanjutkan kehidupannya dan langit masih biru, sementara manusia berada dalam sangkar.

Saya pikir Tuhan mengirim pesan untuk kita:

"Hei orang sombong! Kamu tidak dibutuhkan. Udara, bumi, air dan langit tanpa kamu baik-baik saja. Ketika kamu keluar dari kandang nanti ingatlah bahwa kamu adalah tamuku, bukan tuanku".

__Terbit pada
1 Mei 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *