Cinta sejati gadis ibu kota ini memilukan di kota Garut

"Cucu saya sangat mencintai. Jadi, jangan biarkan PM kembali ke Jakarta. Saya serahkan kepada polisi yang terbaik untuk cucu saya," kata sang nenek dengan sepenuh hati.


| GARUT- Malang tepat untuk seorang gadis dengan inisial PM (20). Warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menginginkan niat untuk hidup bersama pacar mereka AAM, warga Kampung Rengganis, Kabupaten Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dan bahkan ditahan selama dua bulan.

Korban tidak hanya menjadi budak nafsu bejat kekasih. Namun, PM dianiaya hingga tubuhnya memar. Selain itu, di jari-jarinya ada luka bakar bara rokok.

Kepala Unit Investigasi Kriminal Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng mengatakan bahwa antara korban dan tersangka bertemu di Jakarta ketika tersangka AAM sedang bekerja. Dengan persuasi, ia akan hidup seumur hidup, PM mengundang tersangka AAM untuk pulang ke Garut.

"Setelah satu minggu tinggal di Garut, PM mulai merasa anomali sehingga dia minta pulang," kata Maradona saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4/2020).

Hampir setiap hari PM merengek untuk kembali ke Jakarta. Namun, pelaku AAM tidak mengizinkannya. Bahkan, sejak itu, AAM telah berubah, sering bertindak kasar untuk menganiaya korban (PM).

"Puncaknya adalah Kamis (23/4/2020), PM dianiaya hingga babak belur dan berhasil melarikan diri," kata Maradona.

Juga, kediaman yang digunakan sebagai PM penahanan adalah tempat tinggal yang ditempati oleh pelaku AAM bersama dengan nenek dan kakek mereka. Ketika penganiayaan terjadi, nenek sering menyaksikannya. Namun, dia tidak bisa berbuat banyak.

"Cucu saya sangat mencintai. Jadi, jangan biarkan PM kembali ke Jakarta," kata sang nenek yang memilukan.

Sang nenek juga menyerahkan kepada polisi untuk proses hukum AAM. Dia hanya tahu bahwa cucunya sangat mencintai PM sehingga dia tidak ingin korban pulang.

"Saya serahkan kepada polisi yang terbaik untuk cucu saya," katanya, seperti dikutip oleh Vivewsews.

Sekarang, tersangka AAM harus bertanggung jawab atas tindakannya. Pasal 351 KUHP tentang penyiksaan dan ancaman hukuman penjara lima tahun menunggu para pelaku.

__Terbit pada
25 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *