CEPAT | Viralmedia.Fun

title=ilustrasi-puasa_20180516_150847/
Ilustrasi puasa

Oleh: Abdullah Mahmud

Pasukan ketika diperintahkan oleh komandan mereka akan bertindak, & # 39; siap & # 39 ;. Apalagi kita sebagai hamba Allah diperintah oleh Khaliq Allah subhanahu wa ta & ala.

Ketika perintah puasa Ramadhan pertama kali dalam Hijriah ke-2, Rasulullah ﷺ dan teman-temannya berada dalam perang Badr, tetapi mereka tetap melaksanakan puasa, dan Allah memberi mereka kemenangan. Kita harus siap untuk melaksanakan perintah Tuhan.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكَََُُُُُُُُُُُُُُُُْ

"Wahai orang-orang yang beriman! Wajib bagimu untuk berpuasa seperti yang diminta oleh orang-orang sebelum kamu sehingga kamu akan takut kepada Allah" (QS Al-Baqarah (2): 183).

Justru dengan ketaatan kita, semoga bisa mengangkat wabah COVID-19 yang kita hadapi saat ini.

Memang, nilai puasa Ramadhan bagi umat Islam adalah kemuliaan yang luar biasa, karena di sana Allah mendidik umat beriman untuk meningkatkan perbuatan baik dengan tunduk kepada Allah dan mengalahkan nafsu kita yang tidak jarang merupakan rantai terbesar. Tetapi, jawaban Tuhan tidak terbatas, menurut hadis Shahihain, dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ berkata:

«« «ك مل لم عآ عآ ع م ع,,, م ال ال ال ال ع ع ع ع ع ع ع ع أ أ أ أ أ أ أ أ. Ulasan Anda: فِرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرَهِ ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. Daftar Pustaka

"Setiap perbuatan baik yang dilakukan oleh manusia akan dikalikan dengan sepuluh hal baik seperti hingga tujuh ratus kali. Allah Ta'ala mengatakan (yang artinya)," Kecuali untuk praktik puasa. Praktek puasa bagi saya. Saya akan merespons secara pribadi. Karena dia telah meninggalkan makanan, minuman dan nafsu karena Aku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan; yaitu kebahagiaan saat dia istirahat dan kebahagiaan saat dia bertemu Rabb-nya. Ini benar-benar bau mulut orang yang berpuasa yang lebih harum di hadapan Allah daripada bau minyak Kasturi, "(HR. Bukhari dan Muslim).

Belum lagi nilai tambah lainnya; interaksi dengan Alquran, sedekah, qiyamullail, belajar agama, i tikaf, da & # 39; wah, dll.

Bahkan Ibn Rajab dalam buku "Bughyatul Insaan fie Wadhaif Ramadhan" mengatakan bahwa Ramadhan memiliki 3 kebajikan:

Pertama, dalam hal keutamaan tempat-tempat seperti keutamaan Masjidil Haram, Mekah. Doa di sana sekali seperti 100.000 kali dibandingkan dengan tempat kami. Karena itu, jika Ramadhan Muslim berbondong-bondong ke Mekah. Namun, kondisi COVID-19 diumumkan oleh Saudi, kegiatan di Masjid Haram ditunda.

Kedua, keutamaan waktu. Ramadan adalah waktu yang luar biasa, ini luar biasa. Bahkan Nabi ﷺ mengatakan bahwa:

«إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ ، وَصُفِّدَتن

"Ketika Ramadhan tiba, gerbang surga dibuka, gerbang neraka ditutup, dan setan dibelenggu," (HR Bukhari dan Muslim).

Apalagi, sepuluh Ramadhan terakhir, nilainya semakin meningkat.

Ketiga, kebajikan amal. Banyak amal yang didirikan oleh Rasulullah ﷺ memiliki kebajikan. Contoh: Melafalkan surah Al-Ikhlas tiga kali seperti hadiah seseorang yang tahu Al-Qur'an; Sementara itu, untuk menghafal Al-Quran membutuhkan waktu yang lama. Yang tercepat, 3 hari utama. Luar biasa.

Nah, Ramadhan ini adalah kesempatan yang harus kita maksimalkan untuk mempraktikkan amal yang lebih berharga. Jadi peluang Ramadhan mengandung tiga keunggulan ini. Jadi pantas bahwa Malaikat Jibril memberi tahu Nabi Muhammad ﷺ bahwa;

«رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ – أَوْ بَعُدَ – دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ»

"Celakalah hamba yang menemukan bulan Ramadhan dan kemudian Ramadan meninggal dalam keadaan di mana dosa-dosanya belum diampuni," (HR. Ahmad. Saheeh).

Hanya bagaimana umat Islam merespons nilai luar biasa dari peluang Ramadhan. Setidaknya ada 4 model:

Pertama, Muslim yang bodoh. Ini berarti mengabaikan puasa, baik yang tersembunyi maupun yang terang-terangan tidak puasa. Betapa merugikan orang jenis ini, kecuali dia bertobat.

Kedua, umat Islam yang berpuasa tetapi masih terus berbuat dosa. Puasanya sah, tetapi ganjarannya hilang. Demikian kata Nabi ﷺ.

Ketiga, Muslim yang berpuasa dan sibuk menangkal dosa, tetapi tidak memiliki amal maksimal.

Keempat, Muslim yang berpuasa telah mampu menghindari dosa dan sibuk di hati, secara verbal dan anggota tubuh mereka untuk selalu mematuhi Allah. Ini adalah model yang paling sukses.

Semoga kita bisa mencapai yang terakhir ini. Kesempatan emas, jangan sampai kita sia-siakan, nanti menyesalinya. Allahumma Amin.

__Terbit pada
24 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *