Cara Unik Bagi Masyarakat untuk Berbagi Di Tengah Pandemi Covid-19 – Berita Luar Negeri

title=large-compress-d5ebe34296ce7ad88f2f841297ed8e88/

Di tengah pandemi Covid-19, berbagai cara unik oleh komunitas untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Salah satu caranya adalah dengan menggantung makanan di sekitar atau di pagar rumahnya.

Bahan makanan yang digantung tergantung pada berbagai jenis, seperti sayuran, mie instan, telur hingga nasi. Semuanya untuk siapa saja yang membutuhkan.

Salah satu yang melakukan aksi itu adalah Ardiati Bima, warga Rejek Lor, Tirtoadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta. Setiap hari Murdiati menggantung berbagai bahan makanan di lingkungan rumahnya.

Berbagai sayuran, telur, minyak, mie instan, tergantung dari bambu di seberang jalan desa. Di dekat berbagai bahan makanan tergantung tertulis, "Sumonggo untuk mereka yang membutuhkan " yang dalam bahasa Indonesia berarti menyenangkan mereka yang membutuhkan.

Di dekat artikel itu juga tergantung pada tulisan yang berisi undangan, "Dengan senang hati juga menyambut mereka yang ingin menambahkan / memberi di sini". Selain kedua tulisan ini, ada juga seutas tali kecil yang digantung menggantung bertuliskan, "Digunakan untuk siapa saja yang ingin mengambil makanan yang ada di sana."

Warga
Makanan yang didistribusikan oleh Ardiati |Facebook Ardiati Bima

Ardiati mengakui, berbagai kebutuhan sayur dan dapur yang sengaja ia taruh di sekitar rumahnya, terinspirasi oleh warga Surabaya yang menggantungkan mi instan untuk membantu orang yang terkena dampak pandemi Covid-19.

"Saya terinspirasi oleh foto-foto warga Surabaya yang memasang mie instan, Betulkah jadi ingin bergabung. Terutama pagi itu saya mendengar ada tetangga yang pulang kerja, "kata Ardiati seperti dikutip oleh KRjogja.com.

Dia mengatakan dalam kondisi ini, menurutnya semua terpengaruh. Orang yang tergolong tidak mampu, biasanya sudah dibantu oleh tetangga lain. Selain itu, orang yang digolongkan tidak mampu biasanya juga mendapat bantuan dari pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), kartu kesehatan, hingga listrik gratis.

Namun, penduduk yang diklasifikasikan sebagai penengah ke bawah sering tidak menerima bantuan yang sama. Karena itulah, awalnya Ardiati berniat nyanthelin Kebutuhan dapur memang diperuntukkan bagi orang-orang seperti itu.

"Saya pikir kelas menengah ke bawahlah yang memiliki kewajiban BPJS independen yang harus tetap penuh, membayar listrik penuh, dan lainnya. Karena dia tidak bekerja, otomatis kewajiban tetap ada, tetapi tidak ada pendapatan, "dia berkata.

name=https%3A__www_goodnewsfromindonesia_id_uploads_images_2020_04_20200427-94798399_2822429871211093_924776745968599040_n_jpg_1588048111455/
Bahan makanan yang dilampirkan Ardiati ke bambu, disediakan gratis untuk siapa saja yang membutuhkan | Facebook Ardiati Bima

Ardiati lalu berpikir, selain mie instan apa yang bisa dia bagikan. Hari pertama ia mengolesi telur, mie instan, dan gula merah. Awalnya dia mulai dengan 4 kantong plastik atau kantong plastik. Menurutnya yang penting adalah mulai dulu.

Dia mengakui, pada awal aksi sharing, dia ragu-ragu. Dia berpikir, jangan sampai yang mengambil bukanlah orang yang benar-benar membutuhkannya. Namun, pikiran kemudian dia sisihkan. Dia memutuskan untuk melanjutkan tindakan baiknya.

Dia percaya orang yang mengambil adalah orang yang benar-benar membutuhkan atau merasa perlu. "Ach sudahlah … pasti mereka yang mengambil adalah orang yang benar-benar membutuhkan atau merasakan kebutuhan …. untuk hal-hal yang tidak dapat kita kelola, biarkan Tuhan bergerak, jika ragu itu tidak akan melakukan apa-apa, " Ardiati menulis di akun Facebook pribadinya @Ardiati Bima.

Melakukan Apa Yang Dapat Dilakukan

Apa yang dilakukan oleh Ardiati diketahui oleh para tetangga dan orang-orang di sekitarnya. Hari kedua, tetangganya datang ke rumahnya dengan seikat besar bayam air dan selada. "Biarkan untuk dicantelin," kata tetangga itu.

Menurutnya, apa yang dia lakukan sebenarnya banyak dilakukan oleh orang lain. Hanya saja variasi yang ia bagikan mungkin berbeda kali ini.

Ardiati menegaskan, sebagai warga negara biasa, ia hanya melakukan apa yang mampu ia lakukan. Sebagian besar bahan makanan, terutama sayuran, dipanen dari kebun.

Dia menambahkan, bahan makanan yang terpasang juga tidak banyak, hanya sekitar empat paket setiap hari. Padahal, katanya, yang penting bukan berapa banyak paket makanan yang digantung setiap hari. Namun, hal-hal yang kerap membuatnya emosional, karena selalu ada tetangga atau orang lain yang juga melakukan hal yang sama dengannya.

"Yang benar-benar membuat emosi adalah karena ada orang yang mendapat nitip, beberapa memiliki 1,2 kilogram telur dan lainnya," kata Ardiati.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban dari mandat tetangga, Ardiati mengambil foto dan menjadikannya satus WhatsApp (WA). Melihat status WA-nya, semakin banyak orang yang mempercayakan bahan makanan untuk membantu orang-orang yang terkena dampak Covid-19 di lingkungan sekitarnya.

Beberapa meninggalkan bahan makanan seperti beras, telur, minyak, sayuran, jamu, kelapa, mie, pepaya, dan lainnya. Bahkan, ada juga yang menitipkan uang untuk menghabiskan makanan dengan niat untuk berinvestasi.

Ardiati mencatat, selama dia melakukannya menghubungkan-penunjukan untuk kegiatan berbagi – ada sekitar tujuh orang yang meninggalkan makanan. Terdiri dari tetangga, teman kuliah, dan kenalan. "Semoga banyak yang akan melakukannya, tentunya dengan sumber daya dan dana yang tersedia," pungkasnya.

Sebelum Ardiati

Sebelum Ardiati, aksi serupa juga dibagikan oleh akun Instagram @brotherwoodbdg. Foto yang dia bagikan menunjukkan seseorang yang dengan sengaja menggantung mie instan di pagar.

Menurut unggah @ brotherwoodbdg, tindakan itu dilakukan oleh seorang wanita berusia 84 tahun. Dia sengaja menggantung mie instan di pagar rumahnya agar bisa diambil oleh siapa saja yang membutuhkannya.

Setelah melakukan tindakan, ternyata banyak tetangga yang terinspirasi dan berpartisipasi dalam melakukan hal yang sama. "Diikuti oleh tetangga … Eh, ternyata ada juga orang yang menggantung mereka," tulisnya.

Dalam pernyataan fotonya juga dikatakan jika mereka ingin mendistribusikan beras lebih lanjut kepada orang-orang yang membutuhkan. "Insya Allah, akan melanjutkan beras," tulis @ brotherwoodbdg dalam pernyataan fotonya.

Tindakan itu viral dan mengisi garis media sosial. Namun sayangnya lokasi dan identitas orang yang melakukan tindakan mulia tidak diketahui. Banyak warga yang memberikan respons positif terhadap apa yang dia lakukan.

Semoga apa yang Ardiati dan sosok yang diunggah oleh akun @brotherwoodbdg dapat menginspirasi orang lain. Dengan begitu, semakin banyak orang dibantu untuk memenuhi kebutuhan mereka.

__Terbit pada
28 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *