Bupati Bandung Melantik 76 Kepala Sekolah

"Gelar pekerjaan dan transfer di setiap lembaga pemerintah bersifat dinamis. Semoga dengan memegang posisi baru ini, bapak dan ibu dapat dipercaya dan menjalankan tugas mereka dengan baik. Memahami visi dan program pengembangan prioritas kami, seperti meningkatkan kualitas sumber daya manusia , "kata Dadang Naser.

| BANDUNG – Sebanyak 76 posisi guru fungsional Aparatur Sipil Negara (ASN) diangkat dan dilantik sebagai kepala sekolah, di 72 sekolah dasar dan 4 sekolah menengah pertama di Bandung, Jawa Barat. Tidak seperti sebelumnya, pelantikan kali ini diadakan melalui teleconference dengan 11 poin.

Bupati Bandung, H. Dadang M Naser mengungkapkan, pelantikan tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 10 / SE / IV / 2020 tentang Peresmian dan Pengambilan Sumpah / Janji Pegawai Negeri Sipil atau Sumpah / Janji melalui Media Elektronik / Telekonferensi Selama Status Kondisi Tertentu Bencana Bencana Darurat karena Virus Corona.

"Tidak seperti biasanya, pelantikan hari ini diadakan secara online di 11 kecamatan, yaitu Soreang, Margahayu, Pangalengan, Paseh, Pacet, Rancaekek, Cileunyi, Banjaran, Baleendah, Kabupaten Solokan Jeruk, Kabupaten Cicalengka dan Bupati Kantor, "kata Dadang Naser di sela-sela aktivitas di kantornya, Soreang, Kabupaten, Selasa (21/4/2020).

Dalam sambutannya, Bupati Bandung berharap bahwa ASN yang ditunjuk dapat memberikan kontribusi positif untuk realisasi tujuan pendidikan, sesuai dengan undang-undang sistem pendidikan nasional.

"Jabatan dan pemindahan jabatan di setiap lembaga pemerintah bersifat dinamis. Semoga dengan memegang posisi baru ini, bapak dan ibu dapat dipercaya dan melaksanakan tugas mereka dengan baik. Memahami visi dan program prioritas pembangunan yang kita miliki, seperti meningkatkan kualitas sumber daya manusia, "harapnya.

Selanjutnya, di tengah wabah co-19 pandemi, Dadang Naser meminta agar semua kepala sekolah dapat memainkan peran aktif dalam memutus rantai penyebaran virus. Salah satunya dengan memberikan pemahaman tentang Gerakan Komunitas Hidup Sehat (Germas), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), menjaga jarak fisik dan menumbuhkan kepedulian sosial kepada masyarakat di lingkungan.

"Dalam kondisi saat ini, kami berharap bahwa kepala sekolah akan mulai memetakan metode pembelajaran yang efektif, dengan memanfaatkan teknologi informasi. Ini dilakukan agar siswa terus belajar bahkan di rumah," katanya.

Menurutnya, belajar tidak harus akademik. Kepala sekolah dapat mengarahkan staf pengajar untuk membantu siswa dalam membangun kemampuan mereka sendiri dan kepribadian superior. Misalnya dengan membina siswa & # 39; minat dan bakat.

"Dalam permaisuri saat ini, pendidik harus mencari metode dan inovasi dalam KBM (Kegiatan Belajar Mengajar). Pemerintah juga tidak tinggal diam, kami terus mencari inovasi agar siswa tetap bisa belajar di rumah," pungkasnya. ***

__Terbit pada
21 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *